Kamis, 27 April 2017

Sudah Enam Kali Ganti Kapolda Sumut, Apa Kabar Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Namorambe

Kamis, 20 April 2017 16:00
Beri Rating Berita Ini
(0 votes)

Lubukpakam(MedanPunya) Penangkapan tersangka dua kasus pembunuhan sadis sekeluarga dalam sepekan menunjukkan prestasi mentereng Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel.

Ia memaparkan penangkapan dua kasus pembunuhan satu keluarga dalam waktu hanya berselang satu hari.

Pembunuhan sadis lima orang sekeluarga di Mabar terjadi pada 9 April 2017 dan sudah berhasil diungkap Polda Sumut, Senin (17/4).

Bahkan penangkapan tersangka kasus ini, menguak pembunuhan berencana lainnya, terhadap Suherwan yang terjadi Juli 2015 lalu di Deliserdang.

Satu lagi, kasus pembunuhan empat orang satu keluarga dengan cara dibakar di Medan Tuntungan pada 5 April 2017 dan berhasil diungkap Polrestabes Medan Selasa (18/4).

Namun ternyata masih kasus pembunuhan tiga orang satu keluarga yang belum terungkap. Yakni yang dialami Patar Ginting, Istri dan Anaknya di Namorambe, Deliserdang empat tahun silam.

Pasangan suami istri, Patar Ginting (50) dan istrinya Handayani (45) serta anaknya, Siti Aisyah Ginting (7) warga Desa Suka Mulia Hilir, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, tewas dibunuh pada Minggu, 12 April 2013 dini hari. Perampokan menjadi dugaan awal pembunuhan ini.

Mayat Patar ditemukan dengan luka sabetan benda tajam di kursi depan rumah. Sementara itu, mayat Handayani di kamar mandi, dan Aisyah di atas tempat tidur.

Pelaku mematikan listrik yang memancing korban untuk keluar rumah, dan saat keluar rumah inilah Patar Ginting dibunuh.

Pelaku mengambil kotak infak berisi uang sebanyak Rp 5 juta yang di simpan di rumah korban. Kotak itu merupakan tempat donasi yang diberikan para tamu untuk jasa Patar yang berprofesi sebagai tukang pijat dan orang pintar.

Kotak dalam keadaan kosong ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian. Sejumlah perhiasan juga di ambil pelaku sebab kondisi lemari berantakan.

Sudah enam kali pergantian Kapolda Sumut, kasus ini tak kunjung menemui titik terang. Saat itu Wisjnu Amat Sastro sudah menjabat sebagai Kapolda Sumut selama dua tahun. Dua bulan kemudian dia digantikan oleh Syarief Gunawan.

Setahun kemudian Kapolda Sumut dijabat oleh, Eko Hadi Sutedjo (menjabat setahun), kemudian Ngadino (menjabat lima bulan) dan Raden Budi Winarso (menjabat delapan bulan). Pada Oktober 2016 lalu Rycko Amelza Dahniel menjabat sebagai Kapolda Sumut yang baru.

Namun, tetap saja kasus pembunuhan terhadap Patar Ginting dan keluarganya belum terungkap.

Keluarga korban pembunuhan inipun mendatangi Mapolres Deliserdang, Kamis (20/4). Sayful alias Gogon (49) warga Desa Jati Kesuma Kecamatan Namorambe mengatakan besar harapan keluarga agar kasus pembunuhan sadis ini dapat segera diungkap.

"Saya atas nama keluarga korban berharap dan memohon lah sama bapak Kapolda Sumut agar pembunuhan terhadap keluarga kakak saya ini dapat diungkap juga. Karena kasus pembunuhan di Mabar dan pembakaran sekeluarga di Medan Tuntungan juga berhasil diungkap. Saya datang ke Polres untuk menanyakan perkembangan kasus ini," ujar Gogon.

Saat menceritakan kasus pembunuhan kakaknya ini Gogon yang datang ke Polres bersama dengan istrinya Susanti (32) sempat menangis. Hal ini mengingat pelaku sangat sadis membunuh ketiganya.

"Kalau kami dari keluarga yakin kalau pelakunya ini juga orang dekat. Cuma itulah kalau datang ke kantor Polisi sudah ada pun mungkin sepuluh kali. Tapi itulah asal ditanya dulu perkembangan kasus selalu aja dijawab sama polisinya akan kita upayakan. Ya jawabannya selalu aja lagu lama," kata Gogon.***trb/mpc/bs

Dibaca 42 Kali