Sabtu, 29 Juli 2017

Trump 'Bocorkan Informasi Rahasia' kepada Rusia

Selasa, 16 Mei 2017 11:56
Beri Rating Berita Ini
(0 votes)

Washington(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkap informasi sangat rahasia tentang kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah kepada Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, kata sejumlah pejabat AS kepada media negara itu.

Saat berkunjung ke Ruang Oval di Gedung Putih, pekan lalu, Sergei Lavrov diperlihatkan dokumen rahasia oleh Trump, sebagaimana mengutip keterangan beberapa pejabat AS.

Padahal, menurut mereka, informasi itu berasal dari mitra AS yang belum memberi izin kepada AS untuk membaginya kepada Rusia. Akan tetapi, jajaran Trump membantah laporan tersebut.

"Cerita itu tidak benar," kata Dina Powell, Deputi Penasihat Keamanan Nasional (NSA) di bidang strategi, yang menghadiri pertemuan itu.

"Presiden hanya mendiskusikan ancaman-ancaman umum yang dihadapi kedua negara," tambahnya.

Penasihat keamanan nasional Trump, Jenderal HR McMaster, juga menegaskan bahwa laporan itu salah.

Tudingan bahwa Trump terkait dengan pemerintah Moskow beredar sejak kampanye pilpres AS tahun lalu. Namun, Trump menyebutnya sebagai "berita palsu".

Trump justru menuding rivalnya dalam pilpres tahun lalu, Hillary Clinton, ceroboh dalam menangani dokumen-dokumen rahasia negara.

Dalam percakapan dengan Menlu Rusia dan Duta Besar Rusia, Sergei Kislyak, di Ruang Oval, Presiden Trump mengungkap hal-hal yang bisa berujung pada pengungkapan sumber informasi, kata sejumlah pejabat AS.

Diskusi itu membahas rencana ISIS dan pemaparan intelijen yang muncul dari sekutu AS. Seperti dilaporkan kedua harian itu, informasi tersebut terlalu sensitif untuk dibagi ke Rusia, yang bukan sekutu AS.

Semua yang hadir dalam pertemuan tersebut, menurut Washington Post, belakangan menyadari kesalahan itu dan buru-buru 'menambal kerusakan' dengan menginformasikan dua badan intelijen AS, CIA dan NSA.

Anggota Senat AS dari Partai Demokrat, Dick Durbin, menilai aksi Trump "berbahaya" dan "sembrono".

Adapun Kepala Komite Hubungan Luar Negeri di Senat dari Partai Republik, Bob Corker, mengatakan laporan itu "sangat, sangat meresahkan" jika terbukti benar.

Dalam pernyataan yang disampaikan di luar Gedung Putih, penasihat keamanan nasional Trump, Jenderal HR McMaster, mengatakan "presiden dan menteri luar negeri meninjau ancaman umum dari organisasi-organisasi teroris, termasuk ancaman terhadap penerbangan."

"Tak ada sumber intelijen atau metode yang didiskusikan, dan tidak ada operasi militer yang dibeberkan selain yang sudah diketahui publik."***kps/mpc/bs


Dibaca 72 Kali