Selasa, 22 Mei 2018

Organisasi Pengawas Senjata Kimia Sebut Klorin Telah Digunakan di Suriah

Kamis, 17 Mei 2018 11:05
Beri Rating Berita Ini
(0 votes)

Den Haag(MedanPunya) Organisasi Pelarangan Senjata Kimia ( OPCW) akhirnya mengumumkan hasil yang telah didapat oleh tim pencari fakta yang dikirim untuk menyelidiki penggunaan senjata kimia di Suriah.

OPCW pada Rabu (16/5) telah mengonfirmasi adanya penggunaan gas klorin sebagai senjata kimia dalam serangan yang dilancarkan ke kota Saraqeb di Suriah pada Februari lalu.

Hasil tim pencari fakta OPCW menetapkan bahwa klorin telah dilepaskan dari tabung-tabung melalui tumbukan mekanis di lingkungan Al Talil di Saraqeb pada 4 Februari. Demikian bunyi pernyataan OPCW. Kesimpulan tim diambil berdasarkan pada temuan dua buah tabung yang telah ditentukan sebelumnya berisi klorin.

"Sampel lingkungan juga menunjukkan adanya kandungan klorin yang tidak biasa di wilayah lokal," lanjut pernyataan OPCW.

Namun, sesuai dengan mandatnya, OPCW tidak menyebutkan pihak mana yang bertanggung jawab atas penggunaan klorin dalam perang saudara yang telah berlangsung lebih dari tujuh tahun di Suriah tersebut.

Sebanyak 11 orang harus mendapatkan perawatan intensif setelah mengalami sesak napas usai serangan yang dilancarkan pasukan rezim Suriah ke kota Saraqeb, 4 Februari lalu.

Demikian menurut laporan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia. Informasi tersebut turut diperkuat pernyataan seorang dokter di Idlib, Mohammad Ghaleb Tannari, yang mengaku rumah sakitnya merawat 11 orang dengan gejala yang sama.

"Ada 11 pasien yang kami terima dengan gejala yang sama dengan yang disebabkan gas klorin beracun, seperti kelelahan, kesulitan bernapas dan batuk-batuk," kata Tannari.

Tim pencari fakta OPCW saat ini masih menunggu hasil analisa laboratorium untuk sampel dari misi ke kota Douma, untuk memastikan ada tidaknya penggunaan senjata kimia dalam serangan ke kota tersebut pada 7 April lalu.

Sebanyak 40 orang tewas diduga akibat terpapar gas klorin dan sarin. Tim bahkan sampai menggali makam korban untuk mengumpulkan sampel lingkungan untuk dianalisis di laboratorium.

"Kami sangat mengecam penggunaan bahan kimia beracun sebagai senjata oleh siapa pun, untuk alasan apa pun dan dalam keadaan apa pun."

"Tindakan seperti itu sangat bertentangan dengan larangan tegas terhadap penggunaan senjata kimia," kata Kepala OPCW, Ahmet Uzmucu.***kps/mpc/bs


Dibaca 73 Kali