Kamis, 14 Desember 2017

BPS: Kualitas Hidup Manusia RI Meningkat

Senin, 17 April 2017 15:53
Beri Rating Berita Ini
(0 votes)

Jakarta(MedanPunya) Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pembangunan manusia di Indonesia secara keseluruhan terus mengalami kemajuan. Hal ini ditandai dengan meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada tahun 2016 sebesar 0,91% (meningkat 0,63 poin), yakni dari 69,55 di tahun 2015 menjadi 70,18 pada tahun 2016.

Selama periode 2015-2016, sejumlah komponen pembentuk IPM juga mengalami peningkatan. Indeks angka harapan hidup untuk bayi yang baru lahir meningkat 0,12 tahun dibanding tahun sebelumnya menjadi 70,90 tahun. Peluang bersekolah anak-anak usia 7 tahun juga meningkat 0,17 tahun dibanding tahun 2015 menjadi 12,72 tahun.

Sementara itu, rata-rata lama sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas meningkat 0,11 tahun dibanding tahun sebelumnya atau secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 7,95 tahun. Hal ini berbanding lurus dengan peningkatan pengeluaran per kapita masyarakat yang telah mencapai Rp 10,42 juta pada tahun 2016, atau meningkat Rp 270 ribu dibanding tahun sebelumnya.

"IPM ini merupakan indikator keberhasilan pembangunan manusia, bagaimana pembangunan yang dilakukan berdampak terhadap kualitas hidup manusia. Angka IPM kita secara periodik dari 2010-2016 cukup menggembirakan. IPM 2016 mencapai 70,18, meningkat 3,65 poin dibanding tahun 2010," kata Kepala BPS, Suharyanto, Senin (17/4).

Selama periode 2010-2016 tersebut, IPM Indonesia rata-rata tumbuh sebesar 0,91% per tahun.

"Selama periode 2010 hingga 2016, IPM Indonesia menunjukkan kemajuan yang besar, status pembangunan manusia Indonesia mengalami peningkatan. Saat ini, pembangunan manusia Indonesia telah berstatus tinggi, sementara selama periode 2010 hingga 2015 pembangunan manusia Indonesia hanya berstatus sedang," sambung Suharyanto.

IPM terendah ada di Provinsi Papua, yakni 58,05, dan tertinggi ada di DKI Jakarta, sebesar 79,60. Sedangkan pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, angka harapan hidup saat lahir terendah ada di Sulawesi Barat 64,31 tahun, dan tertinggi ada di DI Yogyakarta 74,71 tahun.

Untuk dimensi pengetahuan, harapan lama sekolah terendah ada di Provinsi Papua, 10,23 tahun, sedangkan tertinggi ada di DI Yogyakarta selama 15,23 tahun. Provinsi Papua juga menjadi provinsi dengan pengeluaran per kapita terendah, sebesar Rp 6,6 juta per tahun, dan DKI Jakarta menjadi yang tertinggi dengan Rp 17,5 juta per tahun.***dtc/mpc/bs

Dibaca 173 Kali