Kamis, 23 November 2017

Penurunan Harga Minyak Tertahan Perbaikan Ekonomi China

Selasa, 18 April 2017 10:49
Beri Rating Berita Ini
(0 votes)

New York(MedanPunya) Harga minyak merosot pada perdagangan Senin (17/4) setelah reli tiga minggu, paska-libur Paskah. Namun penurunan dibatasi pertumbuhan ekonomi yang kuat di China dan melemahnya dollar AS.

Patokan minyak mentah Brent berjangka turun 44 sen pada 55,45 dollar AS per barel. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka turun 53 sen menjadi 52,65 dollar AS per barel.

Kedua patokan diperdagangkan dalam volume yang tipis, yaitu 103.000 untuk kontrak Brent dan 183.000 untuk kontrak WTI, hampir 70 persen lebih rendah dari volume yang diperdagangkan pada Kamis, pekan lalu.

Data penjualan ritel dan ekspor Maret China yang dirilis semalam menunjukkan bahwa konsumen minyak nomor dua dunia itu mungkin membawa momentum ekonomi yang solid ke musim semi.

Meskipun demikian, Direktur Energi Berjangka di Mizuho Americas Robert Yawger mengatakan, membaiknya Produk Domestik Bruto China diimbangi oleh kekhawatiran kelebihan pasokan dan aksi ambil untung (profit taking).

"Pasar overbought sehingga orang-orang ini pasti menarik keuntungan pada saat ini," kata Yawger.

Sementara dollar AS tergelincir ke level terendah lima bulan terhadap Yen karena ketegangan dengan Korea Utara memicu permintaan untuk safe haven mata uang Jepang.

Wakil Presiden AS Mike Pence pada Senin memperingatkan Korea Utara bahwa serangan AS di Afghanistan dan Suriah, salah satu dari beberapa sekutu dekat Korea Utara, menunjukkan bahwa negara tidak harus menguji tekad Presiden Donald Trump.

Dengan pasar keuangan ditutup di seluruh Eropa, fokus sekarang berada pada ketegangan geopolitik.

"Sekarang semua mata tertuju pada semenanjung Korea dan yang dapat menyebabkan ketidakstabilan kecil dengan pasar secara keseluruhan," kata Mark Watkins, analis strategi investasi daerah di Private Client Group di US Bank di Park City, Utah.***kps/mpc/bs

Dibaca 153 Kali