Minggu, 24 September 2017

Linda Dibui karena Laundry Rp 78 Ribu, Asosiasi akan Gugat Negara

Senin, 17 April 2017 11:24
Beri Rating Berita Ini
(0 votes)

Jakarta(MedanPunya) Pemilik jasa laundry, Rosmalinda alias Linda (35), dibui 4 bulan penjara atas tuduhan baju konsumen yang rusak dan kotor. Belakangan terungkap, baju konsumen itu tidak diambil selama setahun lebih. Linda akhirnya dilepaskan hakim.

Atas kejadian di atas, Asosiasi Laundry Indonesia (Asli) menyayangkan proses hukum yang dialami Linda.

"Kami menyayangkan terjadinya hukuman kurungan badan yang diberikan kepada Saudari Rosmalinda dalam hal ihwal jual-beli yang berada dalam ranah perdata," kata Ketum DPP Asli Apik Primadya, Senin (17/4).

Konsumen yang dimaksud adalah Rose, yang menaruh cucian di tempat laundry Linda di Jatinegara pada Januari 2012. Biaya mencuci sebesar Rp 78 ribu.

Rose baru mengambilnya setahun kemudian. Karena sudah kelamaan, Linda menaruh cucian yang berisi dua lusin celana dalam dan dua lusin BH itu di gudang hingga kotor dan rusak.

Rose tak terima dan mempolisikan Linda. Anehnya, meski polisi enggan menahan Linda, jaksa menahan Linda di Rutan Pondok Bambu. Linda baru lepas setelah PN Jaktim melepaskan Linda. Putusan itu dikuatkan Mahkamah Agung (MA).

"Kami menghormati proses dan hasil sidang yang telah inkrah (berkekuatan hukum tetap) hingga tinggal Mahkamah Agung dengan hasil putusan Saudari Rosmalinda diputuskan tidak bersalah," ucap Apik.

Atas perampasan hak asasi manusia yang dialami Linda selama 4 bulan, Linda berhak mendapatkan ganti rugi. Hal itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 92 Tahun 2015.

"Asli siap untuk mendampingi Saudari Rosmalinda jika yang bersangkutan berusaha memperoleh hak rehabilitasi ataupun hak ganti rugi melalui proses persidangan antara Saudari Rosmalinda sebagai penggugat dan negara sebagai tergugat," ujar Apik.

Berdasarkan PP 92/2015, berikut ini kompensasi yang bisa didapatkan Linda:

1. Ganti kerugian berdasarkan alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 huruf b dan Pasal 95 KUHAP paling sedikit Rp 500 ribu dan paling banyak Rp 100 juta.

2. Besarnya ganti kerugian berdasarkan alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95 KUHAP yang mengakibatkan luka berat atau cacat sehingga tidak bisa melakukan pekerjaan, besarnya ganti kerugian paling sedikit Rp 25 juta dan paling banyak Rp 300 juta.

3. Besarnya ganti kerugian berdasarkan alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95 KUHAP yang mengakibatkan mati, besarnya ganti kerugian paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 600 juta.

"Asli siap memberikan pendampingan kepada pengusaha laundry pada umumnya, dan anggota organisasi pada khususnya, yang dituntut secara hukum, baik pidana maupun perdata, dalam proses menjalankan usahanya di seluruh wilayah NKRI," tutur Apik.***dtc/mpc/bs

Dibaca 151 Kali