Kepmenkes No.1611/Menkes/2005 Jadi Pedoman Imunisasi

Medan (MedanPunya.Com) Seluruh kabupaten/kota se-Sumut diimbau untuk melaksanakan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Hal ini dilakukan agar cakupan imunisasi khususnya imunisasi tetanus, tercapai secara maksimal. “Kita tidak tahu apa mengapa baru sekitar 50 persen kabupaten/kota di Sumut yang menyelenggarakan program tersebut.

Mungkin mereka (kabupaten/kota) tidak menganggarkan biaya operasional untuk itu. Padahal, BIAS itu merupakan hal rutin yang harusnya wajib dilaksanakan di sekolah-sekolah,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sumut, dr Candra Syafei SpOG, melalui Kepala Seksi Pengendalian Wabah dan Bencana Dinkes Sumut, Suhadi.

BIAS ini sendiri merupakan program imunisasi yang dilaksanakan sesuai Kepmenkes No.1611/Menkes/2005 tentang pedoman penyelenggaraan imunisasi. Dalam pedoman itu dijelaskan, program imunisasi rutin terdiri dari pemberian imunisasi kepada bayi usia di bawah satu tahun, wanita usia subur (WUS), ibu hamil dan calon pengantin, pemberian imunisasi anak usia sekolah tingkat SD yang disebut Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Dengan BIAS, anak usia kelas satu, dua dan tiga SD akan diberi imunisasi. Untuk kelas satu diberi imunisasi difteri tetanus (DT). Sedangkan kelas dua dan tiga diberi imunisasi Tetanus Toksoid (TT).

Program ini, lanjut Suhadi, merupakan konsep pemerintah untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak. Dimana, setiap orang akan mendapatkan imunisasi tetanus lima kali. Dengan begitu, diharapkan dapat memberikan kekebalan tubuh dari tetanus sepanjang 40 tahun. Sebab, pemberian vaksin usia di bawah satu bulan hanya mampu melindungi tiga minggu. “Biasanya, ini tidak dimasukkan kategori atau nol vaksin. Karena memang kemampuan vaksinnya hanya sebentar,” ungkapnya.

Untuk vaksin TT-1, mampu memberikan perlindungan sekitar tiga bulan. TT-2, meningkat lebih kurang tiga tahun, TT-3 dapat memberi perlindungan hingga lima tahun. Selanjutnya, pemberian TT-4 diberikan saat kelas I. Kemampuan vaksinnya memberikan perlindungan hingga 10 tahun. Terakhir, TT-5 memberikan perlindungan 25 tahun. “Jadi seluruhnya bisa melindungi hingga 40 tahun lebih,” bebernya.

Dia menjelaskan, bila cakupan imunisasi sudah 5 kali, berarti orang tersebut sudah mendapat perlindungan tetanus hingga 40 tahun ke depan. Berarti, sudah tidak perlu lagi vaksin tetanus bagi wanita usia subur (WUS). “Walaupun sebenarnya insiden kejadian tetanus daerah Sumut ini jauh di bawah nasional, tapi tetanus ini salah satu penyumbang angka kematian ibu dan bayi,” imbuhnya.

Namun demikian, masih banyak pemerintah daerah dan masyarakat belum menyadari pentingnya imunisasi, baik saat balita maupun hingga usia sekolah. Terbukti, cakupan BIAS di Sumut masih belum sesuai harapan. Diharapkan BIAS bisa mencapai 80 persen, tapi baru 74 persen.

“Banyak faktor. Begitupun kita harapkan kabupaten/kota bisa memaksimalkan program ini,” ujarnya. Mengenai jumlah vaksin, suhadi mengatakan tidak ada masalah. “Saat ini stok vaksin untuk BIAS masih ada 4000 vial. Satu vial untuk tiga dosis. Kita juga minta tambahan ke pusat sebanyak 10 ribu vial untuk BIAS karena ada penambahan sesuai permintaan kabupaten/kota,” pungkasnya. ***mpc-mdn9

 

Film

 

Otomotif

 

Infotainment

Pelawak Jojon Meninggal Dunia

Pelawak Jojon Meninggal Dunia

MedanPunya.Com - Dunia hiburan Indonesia kehilangan salah satu pelawak terbaiknya. Djuhri Masdjan atau yang lebih dikenal sebagai Jojon meninggal

Roger Ditemukan dalam Mobil di Pulogadung, Jarum Suntik Masih Tertancap

Roger Ditemukan dalam Mobil di Pulogadung, Jarum Suntik Masih Tertancap

MedanPunya.Com - Artis sinetron Roger Danuarta ditemukan tidak sadarkan diri dalam mobilnya di Jalan Kayu Putih Tengah, Pulogadung, Jakarta Timur,

 

Gaya Hidup

Kontrol Emosi Rendah Picu Orang Berpendidikan Baik Bisa Jadi Pembunuh

MedanPunya.Com - Pendidikan formal baik yang didapat seseorang tidak menjamin orang tersebut akan berperilaku baik. Berkaca dari kasus pembunuhan Ade Sara Angelina Suroto (19), yang dilakukan oleh Hafiz (19) dan Assyifa Ramadhani (19), mantan kekasih dan teman SMA tega melakukan aksi keji.

"Kalau ora [ ... ]

 

Pendidikan

Benarkah Jam Sekolah Pagi Ganggu Pencernaan Anak? Mendikbud: Aduh Alasan

Jakarta(MedanPunya.Com) Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menilai jam masuk anak sekolah di DKI Jakarta telah mengorbankan hak-hak anak, termasuk mengganggu pencernaan. Mendikbud M Nuh menilai itu hanya alasan saja.

"Aduh alasan. Orang FSGI (pihak yang menyatakan bisa mengganggu pencernaan anak) [ ... ]

 

Musik

Queen Pecahkan Rekor Album TerlarisQueen Pecahkan Rekor Album Terlaris

MedanPunya.Com - Queen mencatat sejarah dengan menjadi band pertama di Inggris yang berhasil menjual enam juta kopi album.

Koleksi Greatest Hits pertama mereka meliputi lagu We Will Rock You dan Bohemian Rhapsody.

Official Charts Company mengatakan satu dari tiga rumah tangga di Inggris kini memiliki  [ ... ]

 

Teknologi

Rugi Terus, BlackBerry Mau Berhenti Jualan Ponsel

MedanPunya.Com - BlackBerry terus-menerus mengalami kerugian. Pada tiga bulan yang berlangsung hingga 1 Maret lalu, perusahaan tersebut melaporkan kerugian sebesar 423 juta dollar AS. Kuartal sebelumnya, angka kerugian mencapai 4,4 miliar dollar AS.

Jika kerugian terus terjadi, CEO BlackBerry John Ch [ ... ]