Kamis, 14 Desember 2017

'Kami Hanya Memperbaiki yang Rusak, Bukan Merusak Cagar Budaya'

Jum'at, 11 Agustus 2017 15:50
Beri Rating Berita Ini
(0 votes)

Medan(MedanPunya) Masjid Raya Al-Mashun yang merupakan satu dari sembilan cagar budaya di Sumatera Utara dikonservasi. Para pekerja terlihat memecah lapisan dinding dan keramik gapura Masjid, sedangkan di dalam kompleks Masjid para pekerja membongkar lantai halaman Masjid.

Saat diwawancarai, Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Raya Al-Mashun Tengku Arif mengaku belum meminta izin ke pihak manapun.

Arif menjelaskan tak mengetahui prosedur konservasi bangunan cagar budaya lantaran tak ada pihak yang memberikan masukan terkait hal tersebut.

"Kami hanya berniat memperbaiki yang rusak, bukan merusak cagar budaya. Ornamen di atas gapura sudah pernah jatuh, untung saja tak ada orang dan kendaraan di bawah," ucap Arif, Jumat (11/8).

Arif menjelaskan bahwa proses konservasi sudah dilakukan sejak 10 hari yang lalu.

Ia pun mengaku sudah didatangi beberapa pihak terkait hal ini.

"Sudah sejak 10 hari dan target kami dua bulan selesai. Kemarin ada datang dari IAI (Ikatan Arsitek Indonesia), mereka keberatan dengan ini (Konservasi). Kami siap menunggu solusi dari mereka," sambungnya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata tahun 2010 kesembilan cagar budaya di Sumut yakni Istanan Maimoon, Masjid Azizi, Rumah Dinas Wali Kota, Rumah Tjong A Fie, Stasiun Kereta Api Binjai, Kompleks Makam Kesultanan Langkat, Gedung Kerapatan Sultan Langkat, Gedung Pusat Avros dan Masjid Raya Al-Mashun.***trb/mpc/bs

Dibaca 111 Kali