Jum'at, 15 Desember 2017

Ternyata Kepala Sekolah SMA Favorit Dipaksa Menerima 'Siswa Siluman' Featured

Kamis, 31 Agustus 2017 17:08
Beri Rating Berita Ini
(0 votes)
Ilustrasi Ilustrasi

Medan(MedanPunya) Kepala UPTD Pendidikan Medan Selatan Dinas Pendidikan Provinsi Sumut, Muhammad Zuhri Bintang, mengutarakan kepala sekolah yang menerima Siswa Siluman (Siswa yang masuk melalui jalur illegal) tidaklah bersalah.

Menurutnya para kepala-kepala sekolah yang menerima siswa siluman tersebut adalah desakan dari orang-orang yang tidak bisa ditolaknya. Karena jika ditolak bisa mengancam nyawa dari kepala-kepala sekolah.

Zuhri mengaku sudah berbicara dengan Kepala SMAN 2 Medan, Sutrisno dan Kepala SMAN 13 Medan yang bertugas saat penerimaan siswa baru, Nurhalimah Purba mengenai menerima siswa-siswa siluman tersebut.

"Saya sudah berbicara dengan kedua kepala sekolah ini. Sutrisno mengaku tidak bisa menolak, begitu juga Buk Nurhalimah Purba mengatakan bahwa dia dipaksa saat saya telepon, kan ibu Nurhalimah masih di Arab itu," ujarnya.

Pun Demikian Zuhri menceritakan bahwa dirinya menyerahkan sepenuhnya soal permasalahan ini kepada Inspektorat Sumut yang sudah memeriksa kedua sekolah ini.

"Kami serahkanlah hasilnya nanti kepada Inspektorat. Apapun itu, bukti dan berkas kita berikan semua kepada mereka," ujarnya.

Saat ditanya siapa yang memaksa kedua kepala sekolah ini memasukkan siswa-siswa siluman ini, Zuhri mengutarakan dia tidak bisa memberitahukannya.

Namun ia mengaku seiring perjalanan waktu hal ini akan terungkap dengan sendirinya.

Siswa yang masuk melalui jalur ilegal atau biasa disebut "siswa siluman" ke SMA Negeri 2 Medan disebut-sebut harus menyerahkan uang Rp 10 juta ke pihak sekolah.

Informasi tersebut diperoleh Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumut dari masyarakat. Warga yang menghubungi Ombudsman melalui telepon tersebut mengatakan, ada dugaan "siswa siluman" SMAN Medan 2 dikenakan "uang pelicin" dari orangtua siswa ke pihak sekolah.

"Ada tadi yang mengadu ke Ombudsman melalui telepon, bahwa ada dugaan siswa yang masuk ke SMAN 2 Medan ini bertarif Rp 10 juta untuk setiap kursi. Ini yang masih kami telusuri lebih lanjut," ujar Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar, Rabu (30/8).***trb/mpc/bs

Dibaca 207 Kali