Jum'at, 24 November 2017

28 Sekolah di Sumut Akan Terkoneksi Internet

Kamis, 09 November 2017 14:26
Beri Rating Berita Ini
(0 votes)

Jakarta(MedanPunya) Dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menargetkan memberikan bantuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) kepada 658 sekolah di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) pada tahun ini.

Hal tersebut disamapaikan oleh Kepala Pusat Teknologi Infomasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom), Gogot Suharwoto, saat jumpa pers di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat.

"Pemberian bantuan ini bertujuan untuk memberikan akses internet secara berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah," kata Gogot Suharwoto.

Ia mengatakan bahwa pihanya juga menggandeng Kementerian Komunikasi dan lnformatika (Kemenkoinfo) dalam penyediaan akses internet di sekolah-sekolah melalui program Redesain -USO Obligation/Kewajiban Pelayanan Universal).

Yakni, menyediakan akses internet di 122 Kabupaten dari 24 Provinsi di Indonesia yang telah ditetapkan dalam Peraturan Presiden Rl Nomor 131 tahun 2015 sebagai Daerah tertinggal tahun 2015 2019.

Selain itu, kata Gogot, dari 122 kabupaten tersebul terdapat 35.478 sekolah jenjang SD, SMP, SMA, SMK, dan sebanyak 12.988 (36,60 persen) sekolah di daerah 3T belum memiliki koneksi internet sendiri, atau sudah sekitar 63,40 persen sekolah di daerah 3T sudah terkoneksi internet.

"Juni 2017 sebanyak 659 sekolah sudah terimplementasi program tersebut. dengan rincian 28 sekolah di Provinsi Aceh, 1 di Provinsi Bali, di Provinsi Banten, 13 Provinsi Bengkulu, 16 di Provinsi Gorontalo, 2 di Provinsi Jambi, 5 di Provinsi Jawa Barat, 1 Provinsi Jawa Tengah, 14 Provinsi Jawa Timur, 34 di Provinsi Kalimantan Barat, 5 di Provinsi Kalilmantan Selatan, 6 di Provinsi Kalimantan Tengah, 6 di Provinsi Kalimantan Timur, 8 Provinsi Kalimantan Utara," papar Gogot Suharwoto.

"Selanjutnya, 6 sekolah di Kepulauan Bangka Belitung terimplementasi Program USO, 13 di Kepulauan Riau, 11 di Provinsi Lampung, 83 di Provinsi Maluku, 47 di Provinsi Maluku Utara, 54 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), 80 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), 42 di Provinsi Papua, 23 di Provinsi Papua Barat, 12 di Provinsi Riau, 18 di Provinsi Sulawesi Barat, 10 di Provinsi Sulawesi Selatan, 25 di Provinsi Sulawesi Tengah, 5 di Provinsi Sulawesi Utara, 19 di Provinsi Sulawesi Tenggara. Kemudian juga 17 di Provinsi Sumatera Barat, 18 di Provinsi Sumetara Selatan, 28 di Provinsi Sumatera Utara, dan 2 di Provinsi Dl. Yogyakarta," tambahnya.

Untuk perluasan akses TlK di daerah 3T, Gogot mengatakan telah menyediakan data dan lokasi sekolah, serta rencana penggunaan akses internet yang dibutuhkan, menyiapkan sarana dan prasarana akses komputer, melakukan pelatihan kepada guru dan siswa dalam rangka pemanfaatan TIK.

Ia juga mengatajan bahwa pihaknya juga melakukan monitoring, evaluasi, dan memberikan laporan terhadap perkembangan TlK di daerah 3T.

"Kemendikbud juga telah melakukan bimbinga teknis baik outside maupun mengundang pengelola TlK ke Jakarta atau Surabaya,"

"Tahun ini sudah sebanyak 164 sekolah di daerah 3T guru dan pengelola TlK diberikan pendidikan dan pelatihan. Pada tahun sebelumnya, di tahun 2015 sebanyak 67 sekolah, dan di tahun 2016 sebanyak 111 sekolah," jelas Gogot Suharwoto.

Selain pemberian bantuan peningkaian kompetensi guru, Kemendikbud sepanjang tahun 2017 telah terealisasi bantuan untuk sejumlah 164 sekolah dengan memberikan sejumlah tambahan perangkat TIK bagi sekolah-sekolah tersebut.

"Batuan perangkat dimaksud berupa laptop, server mini lengkap dengan konten digital off line, akses point, dan LCD Proyektor," pukasnya.***trb/mpc/bs

Dibaca 34 Kali