Jum'at, 24 November 2017

Urus SIM Repotdan Mahal, Pemohon: Punya Sertifikat 'Sakti' MSDC Dulu Baru Gampang

Kamis, 09 November 2017 15:40
Beri Rating Berita Ini
(0 votes)

Medan(MedanPunya) Prosedur pembuatan surat izin mengemudi (SIM) baru semakin sulit. Pemohon harus melalui sistem dan prosedur berliku, merepotkan serta lama waktunya.

Pemohon bolak-balik ke Satlantas Polrestabes Medan dan Medan Safety Driving Centre (MSDC) selaku lembaga swasta pemberi sertifikat mengemudi.

MSDC pun dituding sebagai biang keladi sulitnya pengurusan SIM, jika tidak memiliki sertifikat 'sakti' ini maka para pemohon bakal dipersulit untuk SIM. Bahkan untuk banyak kasus pemohon tidak lulus.

Biaya SIM C untuk pengendara sepeda motor minimum Rp 551 ribu, dan SIM A untuk pengemudi mobil roda empat minimum Rp 671ribu.

Pembekakan biaya itu didapat dari pengurusan sertifikat dari MSDC, setiap pemohon dipatok biaya sebesar Rp 420 ribu setiap kali penerbitan sertifikat.

"Sudah dua hari aku minta cuti untuk ngurus SIM ini. Pulang dari sini nanti sudah sore. Kalau sudah sore Satlantas mana buka lagi. Terpaksalah saya ini minta libur lagi besok. Kalau nggak sia-sialah semuanya, nggak jadi punya SIM," ujar Ramadani, seorang pria yang sedang mengurus SIM C di area perkantoran Medan Safety Driving Centre (MSDC) di  Jalan Bilal Medan.

Pendapat senada dikemukakan Ilham, seorang warga, saat bersama keluarganya di pintu keluar Satlantas Polrestabes Medan, Jalan Adi Negoro.

"Proses pengurusan SIM sekarang ini makin payah, tidak semudah dahulu. Dan payah lulusnya, jadi harus mengurus sertifikat di Jalan Bilal (MSDC)," ujar Ilham (41 tahun).

Ilham menceritakan, proses pengurusan SIM cukup panjang, melalui beberapa prosedur seperti pengurus surat keterangan berbadan sehat terlebih dahulu.

Kemudian, masuk ke dalam kantor Satlantas Polrestabes Medan untuk membayar biaya pengurusan serta mengikuti serangkaian tes.

Dia menduga, ada upaya sengaja, petugas di bagian Satlantas Polrestabes tidak meluluskan pemohon SIM apabila tidak memiliki sertifikat mengemudi yang dikeluarkan swasta.

Bahkan, dua pekan lalu, kerabatnya tidak lulus saat ujian praktik mengemudi sepeda motor sehingga mengurus ulang.

"Sudah dua kali mengurus SIM. Sebelumnya keponakanku mengurus, namun gagal karena normal, enggak pakai sertifikat. Kemudian disarankan punya sertifikat dari MSDC, urus sertifikat dulu baru datang lagi ke sini," kata Ilham.

Ia menyampaikan, pengurusan SIM sekarang ini lebih repot dibandingkan beberapa tahun lalu tercatat banyak loket yang harus dilalui.

Seperti, pengurusan surat keterangan kesehatan, pengambilan formulir, pembayaran biaya SIM. Setelah itu, penyerahan formulir permohonan.

Setiap pemohon SIM, harus menunggu tahapan ujian teori sekaligus mengikuti ujian praktik mengemudi di lapangan.

Kebanyakan pemohon gagal saat mengikuti tes praktik mengemudi karena dianggap tidak membawa sepeda motor dengan sempurna.

"Kalau calo SIM enggak nampak, namun payah kali lulusnya, jadi punya dulu sertifikat dari MSDC baru agak gampang. Mungkin punglinya sudah rapi dan punya cela hukum sehingga terkesan formal. Namun, memang enggak mudah mengurus SIM," ujar Ilham.

Kepala Satuan Polisi Lalu Lintas Polrestabes Medan AKBP M Saleh menjelaskan, sudah ada aturan yang mewajibkan pemohon SIM punya sertifikat yang dikeluarkan lembaga pendidikan dan pelatihan mengemudi terakreditasi.

"Kalau sertifikat mengemudi sudah ada aturannya, dan saat ini masih sama MSDC saja. Kami enggak ada kerja sama karena mereka swasta. Bagaimana bila sertifikat lain bukan MSDC yang keluarkan? Sudah ada ketentuannya dan syaratnya," katanya.***trb/mpc/bs

Dibaca 34 Kali