Selasa, 22 Mei 2018

Pasutri Ini Jual Segalanya demi Biayai Anak yang Idap Kelainan Jantung

Jum'at, 09 Februari 2018 14:53
Beri Rating Berita Ini
(0 votes)

Medan(MedanPunya) Salwa Nurhafiza sudah 20 hari dirawat di ruang PICU Rumah Sakit Bunda Thamrin. Anak pasangan Irwan (41) dan Nuraidah (38) yang baru berusia dua bulan ini mengidap kelainan jantung dan susah bernafas sejak memasuki usia 1,5 bulan. Di RS Bunda Thamrin, wartawan sempat bertemu dengan Irwan, ayah Salwa.

Irwan yang mengenakan kaus lusu wajahnya tampak kuyu. Ia duduk termangu di kursi besi yang ada di Instalasi Bedah Sentral. Ketika diajak berbincang, Irwan menyebut penyakit anaknya timbul ketika meminum susu kotak formula.

"Waktu usia 1,5 bulan, air susu ibunya tidak ada. Jadi kami berikan susu formula biasa," katanya mengusap-usap dahi, Jumat (9/2). Semula, tidak ada gejala aneh pada diri Salwa. Namun, entah bagaimana, saat kembali meminum susu, Salwa tersedak.

"Ketika tersedak itu, sekujur tubuhnya membiru. Anak saya kejang-kejang," kata Irwan. Panik, Irwan membawa anaknya ke puskesmas.

Karena di puskesmas tak ada peralatan lengkap, bayi malang itu dirujuk ke RS Tanjung Gading.

"Setelah dirawat di sana, anak saya dirujuk ke RS Kumpulan Pane Tebingtinggi. Satu malam di sana, anak saya dirujuk ke RS Bunda Thamrin ini," kata warga Desa Durian, Dusun Utama/Tanah Lapang, Kecamatan Merdang Deras, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara ini.

Saat berada di RS Kumpulan Pane, Irwan dan keluarganya sempat kecewa. Sebab, sang anak tidak ditangani karena alasan pihak keluarga tidak memiliki deposit. Ketika dirujuk ke RS Kumpulan Pane, Irwan dan isterinya berupaya mengurus kartu BPJS.

"Karena saya pasien umum waktu itu dan tidak ada deposit, anak saya diabaikan. Sedih dan kecewa saya. Sempat saya tanya juga sama rumah sakit, dan mereka bilang karena tidak ada deposit," ungkap Irwan.

Di RS Bunda Thamrin, Irwan dan keluarga sudah habis Rp44 juta untuk biaya perawatan anak keempatnya itu. Agar sang anak sembuh, Irwan bahkan rela menjual segala yang ia punya.

"Tanah warisan sudah saya tawarkan untuk dijual. Saya hanya berharap anak saya ini sembuh," katanya.

Usai berbincang, Irwan sempat mengajak wartawan mengintip kondisi anaknya. Kebetulan, Salwa dirawat di ruang PICU, dan gak satupun boleh masuk. Dari sela-sela kaca ruang perawatan, Salwa yang berbaring tampak dipasangi selang di bagian mulutnya.

Kata Irwan, selang itu untuk membantu pernafasan sang anak. Di dalam ruang perawatan, seorang suster bertubuh gempal memberikan susu pada Salwa dengan menggunakan selang yang ujungnya dipasang alat suntikan.

"Dokter bilang terjadi infeksi pada parunya. Jadi mengganggu jantung dan pernafasan," ungkap Irwan. Pria yang bekerja serabutan ini berharap adanya bantuan dari berbagai pihak untuk meringankan beban keluarganya.

"Sejauh ini keluarga bantu-bantu biaya obat saja. Kalau yang lain, saya usahakan sendiri lah," katanya.***trb/mpc/bs

Dibaca 103 Kali