Selasa, 22 Mei 2018

Pengusaha Sebut Tidak Ada Sanksi Tegas Akibatkan Pengusaha Hiburan Buka Selama Ramadhan

Rabu, 16 Mei 2018 15:20
Beri Rating Berita Ini
(0 votes)

Medan(MedanPunya) Setiap tahunnya menjelang Ramadan, Pemko Medan selalu menerbitkan imbauan kepada pengusaha tempat hiburan agar menutup sementara usahanya. Hal ini untuk menghormati umat Islam yang sedang beribadah.

Melihat hal tersebut, Pengamat Sosial sekaligus dosen Universitas Sumatera Utara Agus Suriadi mengatakan, tidak adanya sanksi yang tegas dari pemerintah Kota Medan membuat fenomena ini terus berulang.

Nantinya meskipun telah diberi imbauan penutupan, akan ada pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan pengusaha, yakni buka selama bulan Ramadan.

"Ini bukan peristiwa yang pertama kali. Setiap hari besar keagamaan, terutama Ramadan, berkali-kali ada imbauan. Seharusnya enggak usah lagi ada imbauan. Pengusaha harus secara otomatis menutup usaha hiburannya selama Ramadan. Nah, ini kan tinggal permasalahannya pemerintah Kota Medan bisa bertindak tegas atau tidak," ujarnya, Rabu (16/5).

Dia mengatakan, mengapa hal tersebut terus berulang, karena tidak ada tindakan tegas dari pemerintah Kota Medan. Agus menjelaskan, seharusnya penutupan bukan hanya saat Ramadan saja, namun juga pada momen tertentu.

Pengusaha juga harus proaktif dan paham untuk menutup usahanya selama Ramadan tanpa adanya imbauan setiap tahunnya.

"Belum ada ketegasan dari Pemko. Misalkan ada pelanggaran, ini bukan mengambil analogi, tetapi kita bisa lihat waktu DKI kemarin, kalau misalkan tegas, ini kan tidak akan terulang," katanya.

Jika ada pengusaha yang membandel tetap membuka tempat hiburan saat Ramadan, langkah awalnya Dinas Pariwisata akan melakukan penutupan. Menurut Agus, diperlukan sanksi yang lebih tegas dari itu.

"Cabut izinnya. Jadi ya setiap tahun itu, tanpa perlu diekspos, pengusaha itu sudah tahu, untuk menghormati Ramadan, kita harus tutup satu bulan," pungkasnya.***trb/mpc/bs





Dibaca 203 Kali