Sabtu, 18 November 2017

Tim Advokasi Jurnalis Serukan Panglima TNI Usut Tuntas Oknum TNI AU Penganiaya

Selasa, 16 Agustus 2016 15:01
Beri Rating Berita Ini
(0 votes)

Medan(MedanPunya) Wartawan yang tergabung dalam berbagai organisasi kewartawanan akhirnya membentuk tim advokasi untuk memberikan pendampingan kepada korban kekerasan oknum anggota TNI AU. Tim Advokasi mengecam perbuatan oknum anggota TNI AU yang dianggap tidak berperikemanusiaan.

Tanpa alasan jelas, dua jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan ditendang, dipijak, dipukuli dan dicekik. Kedua jurnalis dimaksud adalah Array A Argus (Tribun Medan) dan Andri Sarfin (MNC Group).

"Wartawan di kota Medan bersepakat untuk membentuk tim advokasi untuk mengawal kasus tindak kekerasan ini," kata Ketua Tim Advokasi Wilfried Sinaga setelah pembentukan tim Advokasi di Warkop Jurnalis, Selasa (16/8).

Wilfried mengatakan, pada rapat perdana tersebut dihasilkan beberapa poin penting yakni mengecam keras aksi penganiayaan wartawan oleh anggota TNI AU, meminta pendampingan dari Komisi Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan.

"Demi penegakan hukum kita minta pendampingan KontraS dan LBH," katanya.

Tim juga mendesak agar Panglima TNI memproses pelaku penganiaya wartawan secara hukum pidana dan terbuka untuk publik agar proses hukum yang sedang dilakukan bisa diketahui dan dipantau masyarakat.

"Kami menginginkan agar anggota TNI AU dihilangkan imunitas hukumnya agar bisa dijatuhkan hukum pidana," katanya.

Tim Advokasi juga meminta panglima TNI utuk memeriksa urin para anggota TNI AU yang melakukan tindak kekerasan karena diduga menggunakan narkoba.

"Usai pemukulan ada beberapa anggota TNI yang diduga menggunakan narkoba karena mata para personel yang merah karena diduga telah menelan pil anjing," katanya.

Wakil ketua tim Advokasi Hendri Sianturi mengatakan paska rapat, aksi pertama yang dilakukan tim adalah menjenguk korban dan akan menggelar rapat lanjutan untuk merumuskan langkah selanjutnya.***trb/mpc/bs

Dibaca 433 Kali