Kamis, 27 April 2017

16 Menteri dari Parpol, PDIP Bantah Jokowi Tersandera Koalisi

Selasa, 16 September 2014 14:29
Beri Rating Berita Ini
(0 votes)

Jakarta(MedanPunya.Com) Presiden terpilih Joko Widodo telah mengumumkan postur kabinetnya sebanyak 34 pos kementerian. Jumlahnya sama dengan kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kabinet Jokowi akan diisi 18  kementerian dari kalangan profesional dan 16 profesional partai.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani membantah postur kabinet yang dirilis oleh Jokowi-Jusuf Kalla tidak sesuai dengan janji mereka. Perekrutan menteri dari partai politik, kata Puan, membuktikan bahwa pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla tidak membeda-bedakan antara profesional dan orang partai politik.

"Kan bisa juga orang-orang dari parpol ini adalah orang-orang yang profesional yang sekarang berkiprah di parpol. Kapabilitas sama baiknya dengan orang-orang yang ada di profesional. Jadi bukan tidak konsisten, tapi menurut saya marilah kita bersama-sama membangun bangsa ini tanpa dikotomi," ujar Puan di Gedung DPR, Jakarta,  Selasa (16/9).

Ketua Fraksi PDIP di DPR itu berharap para menteri yang nantinya akan ditunjuk oleh Jokowi bisa membantu kinerja presiden dan wakil presiden sesuai dengan visi misinya. Sebab, mereka berasal dari berbagai kalangan dan punya kapabilitas dan potensi.

Puan menegaskan penunjukkan menteri dari partai politik bukan karena Jokowi tersandera dengan mahar politik kepada mitra koalisi. "Nggak ada sama sekali. Kan dari awal kita sudah mengatakan, kita ini pemerintahan tanpa syarat. Artinya, apapun nanti yang dibentuk merupakan hasil dari musyawarah mufakat," jelasnya.

Terkait keinginan Jokowi agar menteri harus lepas jabatan di parpol, Puan menyatakan hal itu masih akan dibicarakan bersama-sama.

"Sampai sekarang saya belum tahu apakah itu menjadi syarat atau tidak. Wacana-wacana yang berkembang kan bisa saja kemudian kita pikirkan kembali.  Urgensinya kita pikirkan lagi," kata dia.

Sementara itu, soal pergabungan nama sejumlah kementerian, Puan menegaskan, hal itu dilakukan untuk mensinergikan dan mengkonsolidasikan visi misi yang ada untuk membangun bangsa.***vv/mpc/bs

Dibaca 912 Kali