Sabtu, 18 November 2017

Kabareskrim: Banyak Jaringan Narkoba di Indonesia Dikendalikan di Malaysia

Rabu, 08 November 2017 11:54
Beri Rating Berita Ini
(0 votes)

Jakarta(MedanPunya) Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto menyebut ada ikatan kuat antara Indonesia dan Malaysia dalam hal sindikat peredaran narkoba.

Berdasarkan data yang dimiliki Bareskrim Polri, banyak kasus yang mencatat keterlibatan pelaku dari Indonesia maupun Malaysia.

Dari 2015 hingga Oktober 2017, setidaknya 129 orang warga negara Malaysia yang terlibat jaringan internasional peredaran narkotika.

Bahkan, jaringan narkotika di Malaysia juga mengendalikan sejumlah kelompok di Indonesia.

“Fakta yang berangkat dari data mengungkapkan bahwa banyak jaringan narkotika di Indonesia dikendalikan oleh jaringan Malaysia,” ujar Ari.

Hal tersebut ia sampaikan dalam pertemuan Bilateral ke-11 antara Direktorat Tindak Pidana Narkotika Polri dengan Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik (JSJN) Malaysia.

Ari mengatakan, Indonesia dan Malaysia menghadapi ancaman yang serupa dalam kasus narkotika dari aspek geografis.

Letak kedua negara yang bersisian membuat barang haram tersebut mudah diselundupkan. Apalagi banyak jalur tikus yang kerap dimanfaatkan sebagai pintu masuk bagi mereka.

Indonesia biasa membeli barang haram tersebut dari Malaysia dengan memberi uang muka dan membayar lunas begitu barang diterima.

“Sindikat asal Indonesia banyak membeli barang dari Malaysia dengan modus pembayaran 30 persen terlebih dahulu, baru diselesaikan setelah barangnya datang,” kata Ari.

Selain itu, kata Ari, sindikat narkotika di Indonesia, khususnya di wilayah Aceh dan Medan merupakan bagian dari jaringan narkotika Malaysia.

Oleh karena itu, baik Polri maupun Polis Diraja Malaysia memiliki tanggungjawab yang tidak mudah dalam menanggulangi permasalahan tersebut.

“Sehingga kita bersama-sama diharapkan memiliki komitmen yang kuat untuk memutus dan menghancurkan sindikat perdagangan gelap narkotika,” kata Ari.

Ari mengatakan, kerjasama antara Bareskrim Mabes Polri dan JSJN dalam memerangi kejahatan narkoba menjadi indikator penting.

Tak hanya soal tindak pidana pokok, tapi juga pengembangannya seperti pencucian uang. Oleh karena itu, penanggulangannya harus menggunakan pendekatan yang multidimensi.

“Untuk itu, dalam penanggulangannya juga diperlukan perumusan strategi penanggulangan dari berbagai sisi pendekatan permasalahan,” kata Ari.***kps/mpc/bs

Dibaca 32 Kali