Kamis, 17 Agustus 2017

Jokowi Dapat Usulan dari Petani Agar Naikkan Harga BBM Featured

Kamis, 04 September 2014 19:29
Beri Rating Berita Ini
(0 votes)

Jakarta (MedanPunya.Com) - Presiden RI terpilih Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara Musyawarah Nasional (Munas) Seknas Tani Jokowi. Dalam acara itu, Jokowi sempat melakukan dialog dengan beberapa petani, salah satunya menyinggung soal subisid BBM.

Awalnya, Jokowi bertanya ke beberapa petani mengenai permasalahan yang ada di daerah masing. Mulai dari lahan, hasil tani, dan masalah harga jual.

Adalah seorang yang ditanya Jokowi adalah petani asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan bernama Senentoru. Dia adalah petani transmigrasi dari pulau Jawa ke Kalimantan.

Jokowi menanyakan berapa luas lahan yang diolahnya dan berapa hasilnya.

"Saya olah padi. Awalnya lahan dua hektare, saya bangunnya sudah 29 tahun dan ada wara lokal yang menjual lahan murah, saya beli. Jadi lahan saya sekarang ada 9 hektare," jelas Senentoru di Gedung Perpusnas, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (4/9/2014).

"Kaya raya juga bapak ya," kata Jokowi yang mengundang tawa hadirin di ruang tersebut.

Lalu Senentoru melanjutkan ceritanya. Dia mengatakan tak hanya menanam padi, tapi juga tanaman holkultura yakni jeruk.

"Jeruknya dijual murah sekali Pak, Rp 5.000 per kilo. Jeruknya manis sekali," katanya.

Tak lama kemudian, Senentoru langsung mengatakan ke Jokowi agar BBM dinaikkan dan subsidinya dialihkan ke para petani.

"Maksud saya, untuk pengolahan tanah, untuk menaikkan air, itu beli solarnya mahal, Rp 9 ribu. Jadi, subsidi BBM kita hapus saja Pak, dialihkan ke subsidi beras ke petani. Subsidinya dalam bentuk pembelian beras dan gabah biar dijual ke petani murah. Jadi nggak apa-apa, Pak BBM dinaikkan, tapi subsidinya dialihkan ke petani," katanya,

Jokowi pun langsung tertarik mendengar penjelasan petani tersebut. Jokowi senang dengan usulan Senentoru untuk mengalihkan subisidi BBM ke para petani dan usaha-usaha kecil.

"Ini petani kita berani-berani," katanya.

"Usulan terakhir senang saya. 'BBM naikin saja, Pak,' tapi ini betul, subsidi dialihkan pada kepentingan petani. Dan itu betul produksi kita akan naik. Subsidi BBM itu kenikmatan, menghasilkan padi itu usaha produktif, itu ke depan yang akan kita lakukan. Baik untuk petani, benih, pupuk, infrastruktur, mikro di desa. Arahnya ke sana," jelas Jokowi.(dtc)

Dibaca 1052 Kali