Selasa, 27 Januari 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
MedanPunya.com
Advertisement
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
MedanPunya.com
No Result
View All Result
Home Olahraga

Eks Presiden FIFA Serukan Fans Tak Saksikan Piala Dunia di AS

Selasa, 27 Januari 2026
kanal Olahraga
1
dibaca
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Whatsapp

Bern(MedanPunya) Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter menyuarakan dukungannya terhadap seruan agar penggemar sepak bola tidak datang langsung ke Amerika Serikat untuk menyaksikan Piala Dunia 2026.

Pernyataan itu ia sampaikan lewat media sosial, menanggapi kritik yang sebelumnya dilontarkan pakar antikorupsi asal Swiss, Mark Pieth.

Keduanya mempertanyakan kelayakan Amerika Serikat sebagai tuan rumah di tengah berbagai kebijakan domestik dan luar negeri pemerintahan Presiden Donald Trump.

Turnamen Piala Dunia 2026 sendiri akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni hingga 19 Juli.

Blatter, yang memimpin FIFA pada 1998–2015 sebelum mundur di tengah penyelidikan korupsi, menyatakan dukungannya terhadap pandangan Pieth.

Di media sosial X, Blatter menulis, “Saya pikir Mark Pieth benar untuk mempertanyakan Piala Dunia ini.”

Mark Pieth bukan sosok asing di lingkungan FIFA. Pengacara Swiss yang ahli dalam kejahatan kerah putih itu pernah memimpin pengawasan Komite Tata Kelola Independen dalam reformasi FIFA sekitar satu dekade lalu.

Dalam wawancara dengan media Swiss, Pieth menyampaikan kritik tajam.

Ia berkata, “Jika kita mempertimbangkan semua yang telah kita bahas, hanya ada satu saran untuk para penggemar: jauhi Amerika Serikat! Toh Anda akan melihatnya lebih baik di televisi. Dan setibanya di sana, para penggemar harus bersiap bahwa jika mereka tidak menyenangkan petugas, mereka akan langsung dipulangkan dengan penerbangan berikutnya. Jika mereka beruntung.”

Dalam wawancara terpisah dengan surat kabar Swiss lainnya, Pieth juga mengatakan, “Apa yang kita lihat di dalam negeri—marjinalisasi lawan politik, penyalahgunaan oleh dinas imigrasi, dan sebagainya—hampir tidak mendorong penggemar untuk pergi ke sana.”

Kekhawatiran komunitas sepak bola internasional terhadap Amerika Serikat disebut berkaitan dengan sejumlah kebijakan pemerintahan Trump, termasuk sikap ekspansionis terhadap Greenland, larangan perjalanan (travel ban), serta pendekatan keras terhadap migran dan demonstran kebijakan imigrasi di sejumlah kota, terutama Minneapolis.

Pieth secara khusus menyinggung insiden penembakan terhadap seorang pengunjuk rasa bernama Renee Good oleh agen imigrasi Amerika di Minneapolis awal bulan ini sebagai salah satu alasan penggemar diminta tidak bepergian ke AS.

Dukungan Blatter terhadap komentar Pieth juga muncul setelah dilaporkannya kematian warga AS lainnya, Alex Pretti, pada akhir pekan sebelumnya.

Pernyataan-pernyataan ini dikemukakan Pieth sebagai bagian dari argumennya agar suporter mempertimbangkan ulang perjalanan ke AS.

Selain itu, kebijakan pembatasan perjalanan AS juga berdampak langsung pada penggemar dari sejumlah negara peserta Piala Dunia.

Dua pekan lalu, rencana perjalanan fans dari Senegal dan Pantai Gading terganggu setelah pemerintah AS mengumumkan larangan yang secara efektif mencegah warga dari kedua negara itu masuk, kecuali sudah memiliki visa.

Trump menyebut “kekurangan dalam proses penyaringan dan pemeriksaan” sebagai alasan utama kebijakan tersebut.

Penggemar dari Iran dan Haiti—dua negara lain yang lolos ke Piala Dunia—juga termasuk dalam gelombang awal larangan perjalanan yang diumumkan pemerintah AS.

Blatter bukan satu-satunya tokoh sepak bola Eropa yang menyuarakan kekhawatiran.

Oke Gottlich, salah satu wakil presiden federasi sepak bola Jerman, mengatakan kepada media Jerman bahwa sudah saatnya mempertimbangkan boikot terhadap Piala Dunia secara serius.

Isu ini menambah daftar kontroversi menjelang turnamen, yang sebelumnya juga sudah dikritik kelompok suporter karena harga tiket yang sangat mahal.

Piala Dunia 2026 juga menuai kritik karena harga tiket, terutama untuk partai final di Stadion MetLife pada 19 Juli.

Dengan permintaan yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya dan penerapan harga dinamis, harga resmi tiket Kategori 1 untuk final dipatok mencapai 8.680 dollar AS (sekitar Rp 145 juta).

Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan harga tersebut masih bisa terdorong lebih tinggi di pasar penjualan ulang.

“Orang-orang ingin pergi, dan mereka akan pergi serta merayakan bersama. Kita selalu, selalu merayakan sepak bola bersama,” kata Infantino saat ditanya mengenai unggahan Blatter di media sosial.

Infantino sendiri menggantikan Blatter sebagai presiden FIFA pada 2016 dan dikenal memiliki hubungan dekat dengan Presiden Trump.***kps/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Tags: FIFAPiala Dunia 2026Sepp Blatter
ShareSendTweet
Berita Sebelumnya

Iran Tidak Takut, Teheran Bantah Klaim Khamenei Sembunyi di Bunker

Berita Berikutnya

Bela Trump Mati-matian, Sekjen NATO: Eropa Jangan Mimpi Selamat Tanpa AS

Related Posts

Olahraga

Tundukkan Arsenal dan Man City, Carrick Dinilai Tetap Bukan Sosok yang Tepat untuk MU

Senin, 26 Januari 2026
Olahraga

Mbappe Diharapkan Tak Ikuti Jejak Luca Modric ke AC Milan

Jumat, 23 Januari 2026
Olahraga

Pemerintah Jerman Dukung Boikot Piala Dunia 2026 karena Isu Greenland

Rabu, 21 Januari 2026
Olahraga

Real Madrid Tetap Buru Pelatih Baru Usai Debut Pahit Alvaro Arbeola

Senin, 19 Januari 2026
Olahraga

Jurnalis Spanyol Ungkap 7 Pemain Madrid Tak Suka Metode Xabi Alonso

Kamis, 15 Januari 2026
Olahraga

Noel Gallagher: Jadi Pelatih dan Pemain MU Kini Bukan Puncak Karier

Rabu, 14 Januari 2026

Dikelola Oleh :

PT. WASPADA BAHANA ERIASAFA

Alamat Redaksi :
Jl. Garu 3 No. 33 Kel. Harjosari-I
Kecamatan Medan Amplas 20147
Telp : 061-785 0458
Email : medanpunyanews@gmail.com

TERBARU

Pecandu Narkoba Curi Motor-Emas Rp 400 Juta di Sidimpuan Divonis 5 Tahun Bui

Selasa, 27 Januari 2026

Eks Camat Medan Maimun yang Terlibat Kasus Judol Dinonjobkan 12 Bulan

Selasa, 27 Januari 2026

DPR Setujui Polri Tetap Berada Dibawah Presiden

Selasa, 27 Januari 2026
  • Pedoman Media Cyber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana

No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana