cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

Binjai(MedanPunya) Novi (28) mengibas-ngibaskan rambut merahnya di Setra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polres Binjai, Kamis (9/11). Sembari bersandar di meja piket Satreskrim, Novi menceritakan prosesnya ditipu, sehingga kehilangan uang sebesar Rp 23 juta.

Novi satu dari belasan korban penipuan Ramah Yanni alias Rama yang merugikan korbannya hingga Rp 1,5 miliar.

Novi menunturkan, perkenalannya dengan Ramah Yanni berawal dari ajakan temannya untuk mengikuti bisnis panci yang menguntungkan.

Tertarik, Novi kemudian menyetorkan uangnya hingga berjumlah Rp 23 juta.

"Bulan pertama pembayaran lancar, namun lama-lama seret dan akhirnya Ramah Yanni menghilang," katanya.

Dia mengaku sempat khwatir bahwa bisnis yang mereka jalin adalah bentuk penipuan, namun karena melihat rekan-rekannya tidak mendapatkan masalah, dia merasa aman.

"Tapi setelah pembayaran macet, saya pusing," katanya.

Dia semakin pusing karena sang suami tidak mengetahui bahwa uang simpanannya digunakan untuk ikut bisnis panci.

"Habis saya kena marah suami," katanya.***trb/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 216 kali