cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

Lubukpakam(MedanPunya) Warga dua desa dari dua Kecamatan di Kabupaten Deliserdang kecewa dengan tindakan yang dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Sumut, Senin (16/4).

Disebut warga PT KAI melakukan tindakan semena-mena lantaran tanpa pemberitahuan kepada warga dilakukan pemalangan jalan dengan menggunakan besi di sekitar rel kereta.

Dua warga desa yang merasakan dampaknya adalah warga Desa Pagar Jati Kecamatan Lubukpakam dan Warga Desa Sumberejo Kecamatan Pagar Merbau. Palang besi belas rel itu ditanam dengan cor semen.

Palang dipasang di kawasan Desa Pagar Jati dan Desa Sumberejo. Informasi dihimpun pemasangan palang ini sudah dilakukan oleh PT KAI selama dua minggu.

Salah satu warga B Sihombing (60) Desa Pagar Jati mengatakan kalau saat ini warga kesulitan untuk melintas. Jalan yang ditutup ini juga setiap harinya dilalui oleh anak-anak sekolah.

"Ya seperti inilah kondisinya. Orang mau melintas pun susah jadinya. Gak ngerti kita apa maksudnya dilakukan seperti ini sama PT KAI. Kasian anak-anak yang mau pergi sekolah. Kalau yang naik sepeda motor masih bisalah dipaksakan melintas tapi kalau yang naik mobil harus keliling jauh lah," kata B Sihombing.

Ia menyebut kalau pada saat dilakukan pemasangan besi Kepala Desa Pagar Jati dan Kepala Desa Sumberejo sudah datang ke lokasi melakukan protes. Namun pada saat itu pihak PT KAI sama sekali tidak memperdulikan.

Camat Lubukpakam, Khairul Harahap mengaku juga sangat kecewa dengan pihak PT KAI. Ia menuturkan saat PT KAI menutup jalan sama sekali tidak ada pemberitahuan kepada pihak Pemerintah Kecamatan ataupun Desa.

"Udah kita lapor juga ke Pemkab dan sekarang pihak Dinas Perhubungan sedang menanganinya ke PT KAI. Kita kecewa jugalah karena kasian melihat warga. Masa gak ada pemberitahuan sebelumnya mau dipasang seperti itu. Harusnya disosialisasikan ke warga," kata Khairul.***trb/mpc/bs





  • 0 komentar
  • Baca 158 kali