Minggu, 22 Juli 2018

Polda Sumut Terus Selidiki Dugaan Nahkoda KMP Sumut II Terlantarkan Korban KM Sinar Bangun

Selasa, 10 Juli 2018 16:01
Beri Rating Berita Ini
(0 votes)

Medan(MedanPunya) Sebelumnya, dalam RDP di DPRD Sumut, dihadiri Nakhoda KMP Sumut II, Dony Max Silalahi yang diduga menelantarkan banyak korban tenggelam KM Sinar Bangun saat kejadian dan hanya menyelamatkan sekitar 3 orang saja.

Digelarnya rapat ini untuk membuat dan menghasilkan peraturan daerah (Perda) baru, yang akan difungsikam untuk keamanan dan kenyamanan destinasi wisata di Sumut.

Para anggota dewan yang terdiri dari, Komisi A, B dan E hadir dalam rapat ini, yang akan membahas pembuatan Perda baru.

Ketua Komisi A Nezar Djoeli mengatakan, setelah rapat ini digelar akan membahas lebih lanjut pembuatan Peraturan Daerah baru.

"Kami harapkan untuk semua pemerintah agar bisa memberikan solusinya pada rapat ini, karena setelah rapat ini ke depannya kami akan membuat Panitia Khusus (Pansus) untuk membuat peraturan daerah tentang keamanan dan kenyaman para wisatawan yang datang ke Danau Toba," katanya.

Sembilan hari berselang, setelah RDP pada Senin (2/7/2018) lalu. Terkait kelanjutan perkembangan pemeriksaan terhadap Nakhoda KMP Sumut II yang diduga melakukan kelalaian dengan banyak menelantarkan korban saat membantu evakuasi korban tenggelam KM Sinar Bangun pada Senin (18/6/2018) lalu.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan soal pemeriksaan belum siap, hingga saat ini masih dalam penyelidikan.

"Belum, hingga kini masih dalam tahap pemeriksaan terhadap Nakhoda KMP Sumut II itu," kata Tatan, Selasa (10/7/2018).

Terkait apakah ada indikasi status Nakhoda KMP Sumut II yang menelantarkan korban KM Sinar Bangun, akan naik dari saksi menjadi tersangka, setelah pemeriksaan nanti.

Tatan menyebutkan Polda Sumut, masih tetap menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan yang dilakukan oleh DirKrimum Polda Sumut.

"Kita tetap menunggu hasil pemeriksaan dari DirKrimum. Apakah ada unsur kelalaian atau kesengajaan. Kita tetap menunggu hasil pengembangan dari penyidik," jelasnya.***trb/mpc/bs




Dibaca 219 Kali