Minggu, 22 Juli 2018

Tatan Sebut Mangkirnya Pemeriksaan Kadishub, Buat Penyelidikan Terhambat

Selasa, 10 Juli 2018 16:38
Beri Rating Berita Ini
(0 votes)

Medan(MedanPunya) Mangkirnya Kepala Dinas Perhubungan Samosir Nurdin Siahaan tidak memenuhi panggilan pertama penyidik Polda Sumut, pada Senin (9/7) kemarin, tentu akan menghambat proses pemeriksaan tersangka.

Terlebih pada panggilan pertama kemarin, Kadishub Samosir itu berasalan tidak bisa hadir, lantaran sedang mengalami sakit.

Dalam isi surat yang dihantarkan oleh pengacaranya, tersangka meminta agar jadwal pemeriksaannya diundur hingga Rabu (18/7) mendatang.

Dengan alasan badan belum fit karena sakit. Namun tidak dijelaskan sakit apa yang sedang di derita Nurdin tersebut.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan saat ini untuk empat tersangka lainnya, berkas sudah di kirim ke Kejaksaan tahap satu.

Namun hingga kini, masih menunggu berkas yang sudah di kirim ke Kejaksaan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Terkait hasil penyelidikan, apakah akan ada tersangka baru lagi. Tatan menyebut masih akan menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan dari DirKrimum Polda Sumut.

"Kita masih menunggu hasil pemeriksaan serta penyelidikan yang dilakukan oleh DirKrimum Polda Sumut," kata Tatan, Selasa (10/7).

Terkait alasan sakit Kadishub Samosir sehingga mangkir dalam pemanggilan pertama, Tatan tidak bisa menyebutkan alasan secara spesifik.

"Kemarin tersangka mengutus pengacaranya yang mengirimkan surat dari dokter beliau belum bisa diperiksa dan minta diundur. Ia baru bersedia diperiksa Rabu (18/7) mendatang, untuk pemeriksaan musibah tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba," ujar Tatan.

Selain Nurdin Siahaan ada empat tersangka lain dalam kasus kecelakaan kapal penumpang tersebut, yakni nakhoda KM Sinar Bangun berinisial TS, pegawai honor Dishub Samosir berinisial KN yang menjadi anggota Kepala Pos Pelabuhan Simanindo, Samosir, pegawai Dishub Samosir berinisial FP, dan Kabid Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan Dishub Samosir berinisial RD.

Kelima tersangka tersebut dijerat dengan Undang Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran jo pasal 359 KUHP dengan hukuman 10 tahun dan denda Rp1,5 miliar.***trb/mpc/bs








Dibaca 145 Kali