cache/resized/675a260966b3e14d2cdd6154895895b3.jpg
New York(MedanPunya) Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB) merilis laporan pada Senin (17/9) yang ...
cache/resized/5957554de960f1ba66819e189726e610.jpg
Jakarta(MedanPunya) Sejumlah kursi anggota DPR, MPR, dan DPD terlihat kosong dalam Sidang Tahunan ...
cache/resized/47b7f252018245065f5b45e3042ecdda.jpg
Washington(MedanPunya) Ajakan gandengan tangan Presiden AS Donald Trump ditolak Presiden Komisi ...

Medan(MedeanPunya) Tim Saber Pungli Polres Labuhanbatu melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas Kesehatan Labuhan Batu Selatan.

Saat dilakukan OTT, petugas berhasil menemukan uang puluhan juta dari dalam kantor.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan kejadian bermula, saat personel mendapat informasi soal dugaan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).

Dana BOK yang dipotong oleh Bendahara Dinas Kesehatan Labuhan Batu Selatan S (34). Dana BOK yang disunat diduga dari mulai dari periode Januari-Maret 2018.

Warga Desa Asam Jawa Kecamatan Cikampak, Labuhanbatu Selatan itu memotong BOK tidak tanggung-tanggung hingga 40 persen.

"Masing-masing kepala puskesmas hanya menerima sisanya. Saat kejadian ada enam orang yang berada di dalam ruangan. Mereka adalah kepala Puskesmas di Labuhanbatuselatan," kata Tatan, Rabu (11/7).

"Mereka juga sudah menerima dana BOK dari sang bendahara. Saat penindakan yang bersangkutan melarikan dari lewat jendela," sambungnya.

Dalam OTT tersebut, enam Kepala Puskesmas diamankan. Status mereka sebagai saksi. Dari lokasi kejadian petugas menyita barang bukti uang tunai sebesar Rp 123 juta.

"Uang itu adalah dana BOK yang disita dari para kepala puskesmas," ujar Tatan.

Perlu diketahui, petugas juga menyita dokumen Pertanggungjawaban Dana BOK Periode Januari-Maret dan daftar Penerimaan Transport Kegiatan BOK Puskesmas Januari-Maret 2018.

"Sampai saat ini petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap enam orang saksi. Kita imbau bendahara untuk menyerahkan diri ke petugas. Karena saat ini petugas juga masih mengejar yang bersangkutan," jelas Tatan.***trb/mpc/bs




  • 0 comment
  • Read 210 times