cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

Lubukpakam(MedanPunya) Ratusan warga yang tinggal di dusun VI Desa Tumpatan Nibung Kecamatan Batang Kuis mengadu ke Bupati Deliserdang karena di daerah tempat tinggal mereka ada usaha kolam pancing yang menjual berbagai jenis minum-minuman keras, Rabu (8/8).

Selain itu pada malam hari kolam pancing itu juga dijadikan sebagai warung remang-remang yang menawarkan layanan prostitusi.

Pengaduan warga ini pun dibuat secara tertulis dengan lampiran tandatangan yang diteken oleh 199 orang warga.

Pengaduan tertulis itu diajukan ke Bupati oleh Kepala Dusun VI, Zaeni Mohtar.

Selain ke Bupati pengaduan juga ditembuskan ke Kapolda Sumut, Kapolres Deliserdang, Dandim, Camat Batang Kuis dam Kapolsek Batang Kuis.

Zaeni berharap agar keluhan warga ini dapat ditindaklanjuti secepatnya.

"Kalau malam ada live musiknya di tempat itu. Orang mabuk-mabukan banyak. Musiknya sampai dini setiap harinya terus begitu sudah tiga bulan berjalan," kata Zaeni.

Ia menyebut kalau pemilik usaha tersebut bernama Parningotan Tambunan yang merupakan warga Perumnas Mandala.

Disebut kalau dulunya pengusaha tersebut membeli tanah dari salah satu warga.

"Dia dulu ada minta izin sama warga untuk buat kolam pancing. Ya memang diizinin karena hanya kolam pancing tapi rupanya kenyataannya berbeda usahanya sekarang. Minuman keras pun ada di situ karena tempat mabuk-mabukan kalau malam hari," kata Zaeni.

Camat Batang Kuis, Irawadi Harahap mengaku kalau dirinya juga sudah tau warga Tumpatan Nibung telah membuat pengaduan ke Bupati. Atas pengaduan itu ia menyebut telah melakukan tindaklanjut.

"Tadi Kasi Trantib sudah kusuruh untuk memanggil pengusahanya. Ya nanti kita suruh lah untuk menutup usahanya yang malam-malam itu. Kalau tidak mau juga ya kita suruh nanti Satpol PP untuk menertibkannya," kata Irawadi.***trb/mpc/bs




  • 0 komentar
  • Baca 405 kali