cache/resized/675a260966b3e14d2cdd6154895895b3.jpg
New York(MedanPunya) Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB) merilis laporan pada Senin (17/9) yang ...
cache/resized/5957554de960f1ba66819e189726e610.jpg
Jakarta(MedanPunya) Sejumlah kursi anggota DPR, MPR, dan DPD terlihat kosong dalam Sidang Tahunan ...
cache/resized/47b7f252018245065f5b45e3042ecdda.jpg
Washington(MedanPunya) Ajakan gandengan tangan Presiden AS Donald Trump ditolak Presiden Komisi ...

Bahorok(MedanPunya) Seekor harimau diduga memasuki permukiman warga. Harimau ini memangsa sapi milik Jumiran (54) warga di Dusun VIII Desa Timbang Lawan, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Kabar masuknya harimau ke permukiman warga santer terdengar sejak Kamis (23/8) pagi kemarin.

Hal ini membuat warga disana cemas dan terlihat mulai berjaga- jaga mengantisipasi hal serupa.

Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), YHWA, WCS, anggota Polsek Bahorok, pihak Kecamatan Bahorok dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Bahorok Pontius Gad Munthe, meninjau lokasi kejadian, hingga Jumat (24/8).

Dari lokasi, mereka menemukan seeokor sapi milik Jumiran yang sudah mati dengan kondisi yang mengenaskan di halaman.

Ada gigitan dan cakaran di bagian pundak dekat leher bagian atas, pada bagian ekor sapi juga koyak dan dagingnya hilang sekitar 10 kg.

Menurut Jumiran, sapi miliknya tersebut sengaja diasingkan dari kawanannya karena memasuki masa subur.

Malam harinya masih diawasinya hingga sekitar pukul 05.00 WIB Jumiran juga melihat sapi itu masih hidup.

"Sapi satu ini saya asingkan karena masa subur. Saya memang ada mendengar suara Harimau, ternyata hewan saya yang dimangsanya," ujar Jumiran.

Jumiran mengatakan sangat menyayangkan kejadian ini. Dia berharap pihak pemerintah terkait bisa segera mengamankan harimau agar tidak ada warga yang menjadi korban.

"Takutnya bukan hewan saja diterkam. Kami warga sini sangat cemas dan berharap pemerintah segera bertindak," harap dia.

Terpisah, kejadian ini membuat pihak BBKSDA dan tim memasang kamera Trap untuk memantau pergerakan satwa liar tersebut, serta mendirikan pos pengawasan sekitar 1 Km dari TKP untuk waktu satu minggu ke depan.

Kepala BBKSDA Sumatera Utara Hotmauli Sianturi, melalui Kasi KSDA Wilayah II Stabat, Herbert BP Aritonang meminta kepada masyarakat agar tetap mempercayakan penanganan konflik satwa liar ini kepada instansi berwenang.

"Tim gabungan sudah berada di lokasi yang terdiri dari BBKSDA, BBTNGL, WCS dan beberapa mitra pemerhati dan ahli satwa liar jenis harimau," katanya.

Dijelaskan Herbert, tim akan melakukan upaya maksimal agar satwa liar tidak memasuki areal permukiman dengan berbagai peralatan dan teknik yang dimiliki. Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan tindakan di luar arahan tim.

"Masyarakat jangan melakukan tindakan sendiri yang justru bisa membahayakan diri sendiri. Kepada masyarakat sekitar lokasi kejadian, khususnya Desa Timbang Lawan dan Dusun Selayang, Desa Lau Damak untuk waspada, untuk tidak ke hutan. Jika terpaksa harus ke hutan mohon untuk membawa teman. Begitu juga dengan anak-anak untuk bermain di sekitar permukiman saja," pungkasnya.***trb/mpc/bs




  • 0 comment
  • Read 1035 times