cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

Simalungun(MedanPunya) Sepasang suami istri meninggal dunia setelah rumah mereka diterjang air yang meluap dari sungai Bah Bolon, Nagori Sahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Rabu (10/10).

Sepasang suami istri ini bernama Daulat Siagian (60) dan Yunita boru Sitorus (50). Warga menemukan mayat Daulat Siagian sekitar 10 kilometer dari rumahnya. Mayat Daulat ditemukan tersangkut di batang sawit yang juga diterjang banjir. Sementara istrinya, Yunita masih dalam pencarian.

Kepala Desa Sahkuda Bayu Suyitno mengatakan kejadian terjadi sekitar pukul 05.00WIB pagi. Ia mengatakan pencarian dilakukan oleh ratusan warga sekitar.

"Kabar dari warga istrinya sudah ditemukan. Cuma sulit untuk diangkat ke darat,"katanya.

Suyitno menjelaskan hujan yang deras terjadi malam hari mengakibatkan Sungai Bah Bolon meluap. Apalagi, rumah korban berada tepat di pinggir sungai.

"Udah dua kali terjadi banjir begini. Memang curah hujan yang tinggi jadi sungai meluap," ujarnya.

Diketahui, Sungai Bah Bolon yang meluap menyapu rumahnya yang terbuat dari semi permanen yang berada tepat di pinggir sungai.

Selain air yang meluap, kondisi arus sungai juga dalam kondisi deras. Bahkan, air yang meluap naik hingga ke atas jembatan. Tiang pembatas jembatan juga tampak rubuh diterjang banjir.

Mayat korban telah dibawa ke rumah duka. Tidak ada bentuk pencarian yang dilakukan di sekitar tempat kejadian perkara. Hanya pejabat Pemkab Simalungun yang turun menyaksikan dengan menggunakan kemeja putih.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 39 kali