cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...
cache/resized/f95acf087ea3c8aaa4510ffa1381d291.jpg
Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan meminta uang kepada ...
cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...

Pematangsiantar(MedanPunya.Com) Lima mahasiswa asal Medan yang menjadi korban kecelakaan bus Sentosa (Intra) bernomor polisi BK 7168 DQ yang bertabrakan dengan truk pengangkut ayam di Jalan Medan Km 13, Tapian Dolok, beberapa waktu lalu, hingga kini belum menerima pertanggungjawaban dari pihak bus.

Mereka adalah Mona Madhania, Suhendara Purba, M Aidil Fikar, Marthin Sinurat, dan Josua Hutauruk. Mereka kecewa lantaran pihak CV Intra terkesan tidak peduli atas dampak kecelakaan tersebut.

"Kami sangat kecewa dengan pihak CV Intra karena sejak kecelakaan sampe sekarang mereka gak punya iktikad baik untuk mempertanggungjawabkan penumpangnya," ujar Josua, mewakili temannya, Rabu (31/12).

Josua mengatakan, akibat kecelakaan itu, ia dan empat temannya mengalami luka fisik yang cukup parah.

"Kami ada lima orang waktu itu. Semua luka-luka gugus. Ada bahkan 2 kawan kami tulangnya lengannya geser," katanya.

Josua mengaku mereka telah berulang kali menghubungi pihak managemen CV Intra.

"Tetapi gak pernah ditanggapi. Mereka hanya balas dengan janji-janji. Padahal sejak kecelakaan orang itu janji mau tanggungjawab. Awalnya janji tanggal 23 (Desember), terus janji lagi tanggal 27 (Desember), terus janji lagi hari ini. Yang bilang gitu stafnya. Tapi sekarang gak aktif lagi HP-nya. Yang jaga loket pun alasannya gak tahu," katanya, kesal.

Josua mengaku telah memenuhi persyaratan yang diminta pihak CV Intra berupa bukti kuitansi perawatan dari rumah sakit. "Tapi gak juga ditanggapi juga. Kami, kan, penumpang resmi, karena kami naik pake tiket," ujarnya.

Sementara itu, Mandor CV Intra di Siantar, Midun Damanik, saat dikonfirmasi melalui telepon seluler mengatakan, pihaknya tak ingin repot mengingat masih suasan Natal dan tahun baru.

"Jangan dibilang gak dikasih. Kan sudah dicatat semua namanya itu. Ini, kan, suasana Natal dan tahun baru. Macam mana kami mau ngurus-ngurus itu lagi. Kok macam mana nelpon kayak gini," ujarnya dengan nada kesal.

"Sabarlah. Ini kan suasana tahun baru. Siapa yang mau repot ngurus kayak gitu. Tapi kalau hari biasa nanti baru, tuntutlah. Namanya udah dicatatnya itu. Tetapnya ada perdamaiannya itu. Macam mana, ini kan suasana Natal!"

Midun mengaku pihaknya tetap akan bertanggungjawab atas para korban.

"Kami gak mungkinlah lari. Kami kan besar. Yang meninggal aja pun udah kami urus. Itu kan namanya udah malam. Kita pun gak mau tabrakan. Cuma di sana memang gak ada lampunya," ujarnya.

Adapun kecelakaan tersebut terjadi pada Sabtu (20/12). Sekitar 40 orang mengalami luka-luka dan dua orang tewas.***trb/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1165 kali