cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

Pematangsiantar(MedanPunya) Hilderia seorang nenek renta, harap-harap cemas lantaran akses menuju rumahnya telah tertutup oleh tembok. Untuk masuk kerumah Hilderia, kita harus melewati tembok setinggi dua meter dengan menaiki sebuah tangga.

"Rumah kami mulai ditembok empat hari yang lalu. Kemarin saya sudah bertemu dengan Pak Kapolres Simalungun (AKBP Marudut Liberty Panjaitan) minta tolong supaya tembok di Aspol di buka. Tapi, pak Kapolres tak mau," kata istri dari Almarhum Mayor Panusunan Hutagalung.

Hilderia mengungkapkan bahwa Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan memberikan surat untuk pindah dari rumah tersebut. Padahal, diketahui rumah itu resmi dibelinya pada 1988 dan tinggal di sini sejak tahun 2002.

Akibat akses yang tertutup, cucunya Elsa Purba selalu menaiki tangga melewati tembok untuk pergi dan pulang ke sekolah. Padahal biasanya, Elsa Purba pulang melewati akses Aspol.

Wakapolres Simalungun Kompol Zulkarnain Pane memastikan tembok yang sudah dibangun tidak dapat dibongkar lagi. Padahal, tembok tersebut menutup akses jalan dua rumah di belakang Asrama Polisi Polres Simalungun.

"Oh gak bisa lagi. disuruh kapolres ditembok semua. Sudah dikasih solusi 2017 untuk pindah. Dikasih uang untuk pindah," katanya.

Zulkarnain memastikan dua rumah tersebut bukan aset Polres Simalungun. Ia mengatakan rumah tersebut melanggar daerah aliran sungai (DAS). Karena alasan DAS, sudah diminta kepada pemilik rumah untuk pindah atau mengosongkan rumah.

"Kan itu tanah DAS. itu kan dibelakang sungai. Udah dikasih alternatif sama Kapolres sejak tahun 2017," katanya.

Kata Kompol Zulkarnain sejak adanya dua rumah dibelakang itu yang ditempati oleh janda tua, perempuan paruh baya, dan perempuan berusia 13 tahun sering terjadi kehilangan sepeda motor.

"Peraturan dari kapolri harus ditutup. gak bisa keluar. Ini kan untuk pengamanan. Udah situ, sepeda motor hilang. tanya aja sama orang asrama, rusuh itu," katanya.

Saat disinggung apakah ada memediasi tetangga untuk membuka akses agar ada jalan, Kompol Zulkarnain mengungkapkan ada perjanjian mereka yang tidak tertepati.

"Kan gini ada perjanjian mereka untuk membuka jalan, tetapi gak mau ibu itu. Lalu, ditembok lah yang disamping," katanya.

Menanggapi permasalahan yang terjadi, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja saat di konfirmasi mengatakan bahwa terlebih dahulu akan dicek apa permasalahannya.

"Ya kita akan cek apa permasalahannya. Kalau asrama polisi, memagar area asramanya dan pagar tersebut masih berada di wilayah (lahan) asrama polisi itu sah sah saja," kata Tatan, Jumat (30/11).

"Namun kita tetap dalami dan saya yakin bisa dikomunikasikan dan akan kita carikan solusi yang terbaik dalam permasalahan tersebut," tutup Tatan.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 15 kali