cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

Binjai(MedanPunya) Seorang pengedar sabusabu, Tomi Akbar Surbakti warga Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Tanah Tinggi, Binjai Timur sempat berusaha kabur dari sergapan personel Kodim  0203/Langkat. Upaya Tommy, pria bertubuh gempal ini kandas setelah lari 200 meter dari kediamannya, Jumat (30/11) sekitar pukul 03.00 WIB.

Dari Tomi personel Kodim Langkat mengamankan barang bukti 50,6 gram sabusabu terbungkus plastik bening, hal ini disaksikan langsung sejumlah jurnalis dengan cara ditimbang oleh Dan Unit Intel Kodim Langkat 0203, Lettu Defrinal. Rencananya barang ini akan diedarkan kembali ke pelanggan Tomi untuk stok seminggu.

Lettu Defrinal mengatakan bahwa penangkapan bermula adanya informasi masyrakat pada 25 November 2018. Didapat informasi, Tommy sering mengedarkan sabusabu di sekitar rumahnya, bahkan tak jarang Tommy pesta sabusabu.

"Atas informasi itu anggota lapor ke saya bahwa di rumah Tommy Surbakti sering transaksi narkoba dan pesta sabu. Jadi perintah Dandim Letkol Deni Eka Gustiana untuk mendalami dan penangkapan," kata Lettu Defrinal.

Dipaparkan oleh Defrinal, sebelumnya ke TKP melakukan briefing untuk atur starategi tugas anggota untuk penangkapan. Kata Defrinal, Tomi sempat melarikan diri, ada 200 sekitar meter dari rumannya. Setelah ditangkap, personel menggiringnya ke rumahnya, untuk penggeledahan pukul 3 pagi Jumat dini hari.

"Ada pun barang bukti, kita timbang bersama 50,6 gram. Di rumahnya kami temukan seragam institusi Polri, setelah kami selidiki ternyata sudah tidak aktif dinas alias sudah dipecat," jelas Defrinal.

Pihak Kodim Langkat menyita barang bukti berupa dua unit Handy Talky (HT) yang aktif berfungsi, enam mancis, buku catatan dugaan transaksi, timbangan elektrik, kartu anggota partai atas nama Tommy Surbakti, kartu ATM Mandiri, tiga kartu SIM, dua unit handphone (Samsung dan Nokia), dompet bersimbol Lois warna hitam, KTP, kartu NPWP. Selain itu, turut diamankan dua seragam polisi atas dan sepatu.

Tomi secara berbisik-bisik berucap dalih bahwa baru dua kali mengedarkan sabusabu. Katanya, barang diperolehnya dari Ipan Tatto dengan harga Rp 600 ribu per gram.

"Baru dua kali. Ini barangnya untuk seminggu diedarkan. Jualnya per gram. Kujual 650 ribu. Ini barangnya dari Ipan Tatto," ujar Tomi.

Tomi lebih dari dua kali bermain bisnis setan sabusabu yang menjadi bahaya laten. Tak hanya di Binjai, Tomi juga bisa mengedarkan sabusabu ke daerah Langkat atau Medan yang berdekatan. Selanjutnya, pihak Kodim akan berkoordinasi dengan pihak Polres dan BNN untuk proses hukum.***trb/mpc/bs




  • 0 komentar
  • Baca 16 kali