cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

Stabat(MedanPunya) Kucuran darah masih basah di lantai. Masyarakat Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat digegerkan dengan temuan jasad seorang pria paruh baya berusia 75 tahun.

Pria ini diketahui pensiunan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Pelda Purnawirawan M Amin Ismail yang diduga dibunuh.

Pensiunan TNI ini ditemukan tergeletak dengan posisi menyamping di dekat kipas angin, diduga di depan kamarnya.

Di sekitarnya bersimbah darah. Kejadian ini di Jalan Murai komplek Pemda, Lingkungan 13 Beringin, Kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Jumat (30/11).

Temuan jasad pertama kali diketahui oleh anak korban, Isda Afriani.

Kecurigaan ini berawal sejak hari Kamis (29/11/2018), pukul 15.30 WIB.

Saat itu Isda Afriani (49) yang menetap di Asrama Kebun Lada, Kota Binjai, mendapat telepon dari adiknya yang berdomisili di Aceh, menanyakan tentang keberadaan ayah mereka.

Anak korban curiga terjadi hal tidak baik pada ayahnya, karena beberapa kali dihubungi via telepon tidak ada balasan.

Sehingga, menimbulkan kecurigaan tentang kondisi yang sedang sakit. Dimana saat itu, ibu mereka Nurhayati, sedang berada di Belawan.

Adik dari Isda Afriani, meminta agar kakaknya yang menetap di Kota Binjai untuk melakukan pengecekan. Dikarenakan kakaknya juga masih dalam kondisi sakit, pada saat itu belum sempat ke rumah orang tua mereka.

Tepat, Jumat tanggal 30 November 2018 pukul 06.30 WIB. Isda Afriani, tiba di rumah kediaman orang tuanya.

Pada saat itu rumah memang dalam keadaan hening dan sepi, dengan kondisi pintu rumah tidak terkunci.

Isda Afriani, langsung masuk ke dalam rumah dan mendapatkan ayahnya sudah tergeletak tak bernyawa dengan bersimbah darah.

Sontak, Isda histeris melihat kondisi ayahnya sudah tidak bernyawa. Isda Afriani langsung minta pertolong kepada warga sekitar, dan selanjutnya warga menghubungi kepala lingkungan via telpon.

Kepling langsung menghubungi Babinsa Sertu Suwandi, selanjutnya Babinsa langsung menuju TKP, untuk memastikan kejadian.

Kanit Reskrim Polsek Stabat Ipda Mardianto, bersama tim identifikasi Polres Langkat yang turun ke lokasi kejadian terus melakukan olah tempat kejadian.

Mereka mengecek keadaan untuk keterangan bukti-bukti.

"Kami sudah ke lokasi. Dari hasil olah TKP sementara, diduga almarhum merupakan korban pembunuhan. Pada bagian dagu ditemukan luka robek," jelas Mardianto.

Petugas juga mendapati kotak infak yang sudah tidak berisi.

Petugas menemukan tiga bilah parang, serta baju kemeja yang berlumuran darah, ditemukan di dapur rumah korban.

"Setelah mengamankan sejumlah alat bukti. Penyelidikan lebih lanjut, kita akan membawa jenazah ke rumahnya sakit Bhayangkara Medan guna dilakukan autopsi," jelas Kanit Reskrim Polsek Stabat.

Belum lama ini, kasus pembunuhan juga baru terjadi di Langkat.

Ditemukan korban pembunuhan di Desa Karang Rejo, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat.

Korban adalah Seliwi (62), ditemukan sudah dalam kondisi membusuk. Sudah hampir seminggu kasus belum juga terungkap oleh jajaran Polres Langkat.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 14 kali