cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

Binjai(MedanPunya) Pada Jumat (30/11/2018) silam pelaku pembunuhan disertai perampokan terhadap Purnawirawan Pelda M Amin Ismail bebas berkeliaran. Kurun seminggu, petugas Satreskrim Polres Langkat akhirnya menciduk dua pria yang disangkakan sebagai pelaku pembunuhan, Jumat (7/12).

Satuan Reskrim Polres Langkat telah menangkap dan melakukan penangkapan terhadap Yopi Ari Prabowo alias Bowo (30), pengangguran yang masih ikut orang tua, warga Jalan Perwira No 27 Lingkungan VI Kelurahan Satria Kecamatan Binjai Kota Kodya Binjai. Yopi sebagai otak pelaku.

Selain Yopi, Lilik Suhardi (40) wiraswasta yang beralamat di Jalan Nenas Apel I Bandar Senembah Kelurahan Sukarame Kecamatan Binjai Barat juga diamankan dengan peran penadah HP milik korban.

Korban diketahui pensiunan TNI AD, Purn M Amin Ismail, warga perumahan Komplek Pemda, Jalan Murai, Lingkungan X, Kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat.

Humas Polres Langkat, AKP Arnold mengatakan, kedua pelaku diamankan Jumat (7/12) dini hari, pukul 00.30 WIB. Penangkapan bermula hasil penyelidikan terdeteksinya handphone korban ada pada Lilil Suhardi.

"Menindaklanjuti info handphone, tim gabungan Polres Langkat dengan Direktorat Reserse Krimum Polda Sumut melakukan penangkapan terhadap Lilik dan barang bukti di rumahnya," kata Arnold.

Petugas kemudian melakukan pengembangan terhadap Lilik. Alhasil, Lilik buka suara bahwa HP tersebut diperolehnya setelah membayarkan uang Rp 80 dari Yopi Ari Wibowo. Bergerak cepat, petugas melakukan penangkapan Yopi di rumahnya.

"Yopi mengakui benar dia yang telah membunuh korban, dan korban adalah kakeknya sendiri. Korban dibunuh dengan cara dipukul menggunakan Alu milik korban sebanyak tiga kali di bagian kepala dan wajah korban," ungkap Arnold.

Setelah membunuh korban, Yopi mengambil barang milik korban berupa satu unit HP merk Nokia warna hitam dan satu unit sepeda motor warna biru merk Pacifik. Untuk berupaya menghilangkan jejak, barang bukti dibuang pelaku ke sungai.

"Alu yang digunakan tersangka sudah dibuangnya ke Sungai Titi Besi Binjai. HP milik korban, dijualnya kepada tersangka Lilik, sedangkan sepeda motor dijual kepada Pian (Belum Tertangkap). Selanjutnya kedua TSK berikut barang bukti dibawa menuju Mapolres Langkat, untuk proses hukum," pungkasnya.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 14 kali