cache/resized/f95acf087ea3c8aaa4510ffa1381d291.jpg
Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan meminta uang kepada ...
cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...
cache/resized/b0464be8544b45de19561aca7b0af046.jpg
Bandar Sri Begawan(MedanPunya) Pemerintah Brunei Darussalam tidak hanya memberlakukan hukuman rajam ...

Sibolga(MedanPunya) Isu tsunami yang terjadi di Tapanuli Tengah, Kamis (10/1) pagi, tepatnya pukul 02.30 WIB menghebohkan masyarakat. Di media sosial Twitter, beberapa warganet menanyakan kebenaran informasi yang didapatkannya terkait isu tsunami tersebut kepada akun resmi Twitter Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG).

Terdapat isu bahwa terjadi gelombang surut dan akan terjadi tsunami di Pantai Sibolga, Tapanuli Tengah. Bahkan, isu tersebut juga menyebutkan bahwa warga di sekitar wilayah tersebut telah mengungsi.

BMKG memberikan penjelasan mengenai informasi yang beredar tersebut. BMKG menyatakan telah melakukan analisis rekaman data sinyal seismik di sensor terdekat. Hasil dari analisis tersebut menunjukkan tidak ada aktivitas kegempaan di Tapanuli dan sekitarnya.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengungkapkan, hasil pengamatan stasiun pasang surut (tide gauge) di wilayah Sumatera Utara (Sibolga, Gunung Sitoli, Lahewa, Teluk Dalam, Pulau Tellom dan Tanabala), tidak ditemukan perubahan gelombang air laut yang signifikan atau hanya gejala normal pasang surut harian.

"Berdasarkan hasil pengamatan lapangan oleh BMKG Pinangsori, Sibolga, dan BMKG Nias bahwa tidak didapatkan adanya gejala peristiwa tsunami," kata Rahmat.

Kebag Humas BMKG Taufan Maulana mengimbau masyarakat untuk tidak langsung mempercayai informasi yang sumbernya tidak resmi.

"BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah mempercayai isu tsunami yang berkembang dan dapat melakukan aktivitas seperti biasanya. Masyarakat harus tetap waspada dengan selalu memantau informasi resmi yang bersumber dari BMKG," ujar Taufan.

Informasi resmi dari BMKG tersebut dapat di akses masyarakat melalui situs resmi BMKG, media sosial BMKG, atau melalui aplikasi di smarthphone.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 74 kali