cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...
cache/resized/b0464be8544b45de19561aca7b0af046.jpg
Bandar Sri Begawan(MedanPunya) Pemerintah Brunei Darussalam tidak hanya memberlakukan hukuman rajam ...
cache/resized/68a55234bdb2786d58de1973a2ca422d.jpg
Washington(MedanPunya) Presiden AS Donald Trump kembali memuji kerja pasukan AS dalam memerangi ...

Sidikalang(MedanPunya) Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Dairi tengah fokus menyusun berkas dua tersangka kasus dugaan korupsi pencetakan sawah di Dusun Lae Mbale, Desa Simungun, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Kabupaten Dairi agar dapat segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Medan.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Dairi, Dhana Harahap mengatakan hal itu dilakukan setelah penyidik beberapa kali melakukan pemeriksaan terhadap kedua tersangka yaitu ketua kelompok tani, Arifuddin Sirait dan bendahara kelompok tani, Ignatius Sinaga terkait bantuan sebesar Rp 750 juta yang diperoleh dari dana hibah Kementerian Pertanian.

"Target kami paling lama bulan dua, berkas kasus ini dilimpahlah ke Pengadilan Tipikor Medan," kata Dhana, Jumat (11/1).

Selain itu, penyidik juga telah meminta keterangan ahli dari Kementerian Pertanian terkait penggelontoran dana yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran (TA) 2011 tersebut dan beberapa saksi lainnya.

"Jadi para tersangka tidak menyelesaikan pengerjaan proyek cetak sawah di Desa Simungun, mereka mengaku tidak sanggup mengerjakan sesuai dengan program Rencana Usulan Kegiatan Kelompok (RUKK) yang mereka ajukan," sebutnya.

Akibat dari tak selesainya pengerjaan proyek pencetakan sawah tersebut, menyebabkan negara mengalami kerugian sebesar Rp 500 juta. Setelah pada tahun 2018, para tersangka ada mengembalikan uang negara sebesar Rp 200 juta lebih.

"Untuk kerugian negara yang Rp 500 juta itu, sampai saat ini para tersangka baru ada menitipkan kepada penyidik sebesar Rp 14 juta," ungkap Dhana.

Ditanya soal kemungkinan adanya keterlibatan oknum di Dinas Pertanian Kabupaten Dairi yang menaungi para kelompok tani, Dhana menyebutkan belum ada bukti yang menunjukkan adanya tersangka lain dalam kasus ini.

"Dari dinas sepertinya tidak ada, karena keterangan ketua kelompok taninya bilang, uang habis untuk pelaksanaan," ujarnya.***trb/mpc/bs




  • 0 komentar
  • Baca 76 kali