cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...
cache/resized/f95acf087ea3c8aaa4510ffa1381d291.jpg
Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan meminta uang kepada ...
cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...

Medan(MedanPunya) Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Sumatera Utara, Gaharuman Harahap belum mengetahui kasus pelecehan seksual yang diterima pekerja lokal oleh Tenaga Kerja Asing (TKA)

Dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok pada pembangunan PLTA Sipirok, Tapanuli Selatan, disebut-sebut tidak hanya terjadi sekali.

Bahkan, terduga pelaku serta korbannya pun tidak hanya satu orang.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak Polres Tapanuli Selatan, korban pertama dugaan pelecehan seksual ini berinisial LKH (24), warga Dusun Gunung Hasahatan, Desa Aek Batang Paya, Tapanuli Selatan.

"Faktanya dulu fakta itu, fakta itu juga bukan hanya infomasi saja," kata Gaharuman Harahap dengan nada  tinggi.

Sebelumnya, wartawan masuk ke ruangan tempat Gaharuman Harahap bekerja di Kantor Disnaker, Jalan Asrama, Kota Medan. Ruang kerjanya berada di lantai tiga pada gedung berwarna putih tersebut.

"Mau nanya apa? Data apa? Untuk siapa?" Katanya.

Dirinya mengatakan, tidak bisa sembarang memberikan data kepada awak media, lantaran saat ini seluruhnya sudah pegang kendali melalui pusat.

"Perpres 20 permen 10 mengenai TKA. Sekarang perpanjangan di pusat sekarang, kalau dulunya itu di provinsi," ucapnya.

Gaharuman Harahap menyampaikan, saat ini hanya bisa memberikan jumlah dari berapa banyak TKA yang bekerja di perusahaan seluruh Sumut. Berikutnya, TKA Asal China yang mayoritas bekerja di Sumut.

"Jumlah yang bisa kami kasih, kalau data kami tidak bisa kasih. Jumlah 854 TKA legal yang ada izin. Kalau gak bapak ke Polda, mungkin mereka juga ada timnya, kami selalu koordinasi dengan pihak pengamanan," ujarnya.

Ketika ditanyakan mengenai laporan pelecehan seksual yang dilakukan pekerja asing,  Gaharuman mengaku tidak bisa memberikan data lebih lengkap, dikarenakan ada seorang yang membekingi para pekerja dari luar negeri.

Ia juga menjelaskan, ada satu temuan di daerah Humbang Hasundutan, namun sampai sekarang Dinas Tenaga Kerja dan Pihak Pengamanan baik itu TNI/Polri tidak bisa masuk.

"Namanya data ini agak susah. Kalau mau di Humbang Hasundutan itu banyak yang ilegal, tapi siapa yang di belakangnya," katanya.***trb/mpc/bs




  • 0 komentar
  • Baca 132 kali