cache/resized/b46cee9fe2241df9f4fc9f8325866285.jpg
Washington(MedanPunya) Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Agnes Callamard, ...
cache/resized/463ce84142a875d95831164ce57c0a99.jpg
Washington(MedanPunya) Dalam pidato kenegaraan atau State of Union, Presiden Amerika Serikat Donald ...
cache/resized/5d06ffba665f06f992039bd0f2e37cd1.jpg
Lubukpakam(MedanPunya) Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi melakukan kunjungan kerja ke ...

Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo bercerita mengenai pengembangan bandara Silangit. Jokowi menyebut, sebelum berkembang seperti sekarang, bandara di Sumatera Utara tersebut tak layak.

"Saya berikan contoh Silangit, saya datang pertama kali ke sana pakai pesawat. Terminalnya kaya kelurahan yang terbang ke sana sama sekali nggak ada, saya suruh perbaiki, perbaiki runway, perpanjang runway, perpanjang terminalnya," ungkap Jokowi di HUT ke-50 PHRI di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Senin (11/2) malam.

Usai Bandara Silangit direnovasi, Jokowi mengatakan muncul masalah lain. Menurutnya, untuk menghadirkan sebuah rute penerbangan, maskapai harus dipaksa.

"Setelah (Bandara Silangit) rampung saya perintahkan ke Garuda. Saya minta, saya beri waktu satu bulan untuk 1 pesawat garuda terbang ke Silangit, dijawab saat itu, Pak kemungkinan yang naik nggak ada, kita rugi," kisah Jokowi.

Atas penolakan tersebut Jokowi justru memaksa agar maskapai mau menjajal penerbangan ke Silangit. Dia mengatakan agar mencoba terlebih dahulu, baru menilai penerbangan tersebut sepi atau tidak.

"Coba dulu baru nanti menjawab, coba dulu 3-6 bulan setelah itu baru jawab. (Akhirnya) Terbang, nggak ada sebulan bilang ke saya, Pak penuh terus, begitu 6 bulan sekarang sudah ada 5 flight ke Silangit, harus dipaksa dulu yang pertama," kata Jokowi.

"Begitu penuh, maskapai lain pasti rebutan. Begitu juga tempat yang lain, saya mulai hapal, ini harus dipaksa. Kalau memang betul tidak ada yang naik ya disetop silakan nggak apa apa," ungkapnya.

Jokowi juga menegaskan agar Menteri Pariwisata, Arief Yahya dapat memaksimalkan pemetaan daerah untuk diberikan infrastruktur. Hal tersebut dilakukan agar pembuatan infrastruktur tidak salah sasaran, khususnya untuk menggenjot pariwisata.

"Kami ingin mendapatkan masukan sebanyak-banyaknya lewat Pak Arif Yahya agar tampat mana yang diprioritaskan infrastruktur. Agar insfrastruktur apa yang betul-betul tepat sasaran, artinya ada manfaatnya," kata Jokowi.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 21 kali