cache/resized/2011b1049d0c18fe2b9110914ddd5daa.jpg
Idlib(MedanPunya) Anggota Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) dilaporkan dijejer di jalan dan ...
cache/resized/b46cee9fe2241df9f4fc9f8325866285.jpg
Washington(MedanPunya) Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Agnes Callamard, ...
cache/resized/463ce84142a875d95831164ce57c0a99.jpg
Washington(MedanPunya) Dalam pidato kenegaraan atau State of Union, Presiden Amerika Serikat Donald ...

Cilegon(MedanPunya) Caleg Perindo NH (36) diciduk polisi karena terlibat dalam kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Pelaku menjual ABG dengan tarif Rp 400 ribu sekali kencan.

ABG tersebut diduga jadi korban perdagangan orang. ABG cewek diketahui berasal dari Lampung Selatan. Ia bekerja dan bersedia menjajakan dirinya setelah direkrut dan didoktrin oleh caleg Kabupaten Serang Dapil V tersebut. Caleg NH merupakan bos salon sekaligus pengelola tempat prostitusi yang berkedok salon. Ia menjalankan bisnis esek-esek itu sejak Januari 2019.

"Berdasarkan pengakuan ABG, ia mendapatkan bayaran Rp 400 ribu untuk melayani seks dan menyerahkan uang setelah melayani seks kepada pengelola salon NH sebesar Rp 150 ribu," kata Kasatreskrim Polres Cilegon, AKP Dadi Perdana Putra.

Dadi mengatakan, korban terlebih dahulu didoktrin dan diberi pembekalan bagaimana melayani pria hidung belang yang menjadi pelanggannya. Doktrin itu dilakukan agar korban bisa memuaskan pelanggan salonnya.

"Karena sebelumnya si korban didoktrin dulu kamu kalau melayani gini gini," ujarnya Dadi.

Sementara, warga yang berada di sekitar lokasi salon mengatakan tahu bahwa ruko 3 lantai itu salon yang dikelola oleh NH. Namun, warga tak tahu salon itu hanya kedok untuk transaksi seksual.

"Iya ini salon milik Bu Ana, semua orang di sini tahu dia caleg," kata salah seorang pedagang di dekat salon, Ahmad.

Akibat kasus perdagangan orang untuk transaksi seksual, NH terancam pidana maksimal 10 tahun penjara. Polisi menyangkakan Pasal 83 UU Perlindungan Anak dan Pasal 30 UU No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 8 kali