cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...
cache/resized/b0464be8544b45de19561aca7b0af046.jpg
Bandar Sri Begawan(MedanPunya) Pemerintah Brunei Darussalam tidak hanya memberlakukan hukuman rajam ...
cache/resized/68a55234bdb2786d58de1973a2ca422d.jpg
Washington(MedanPunya) Presiden AS Donald Trump kembali memuji kerja pasukan AS dalam memerangi ...

Palembang(MedanPunya) Jenazah wanita korban perkosaan di perkebunan kepala sawit di daerah Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, dibawa ke Nias, Sumatera Utara.

Jenazah diberangkatkan dari Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII) Palembang, Rabu (27/3). Sebelum diberangkatkan, dilakukan ibadah doa untuk korban.

"Langsung dibawa sama keluarga ke Nias untuk disemayamkan sebelum dimakamkan," ujar kerabat korban, Diana.

Sebelumnya korban yang diketahui calon pendeta ini lebih dulu dibawa ke RS Bhayangkara untuk visum. Korban mengalami perkosaan pada Senin (25/3). Korban ditemukan di area PT PSM Divisi III Blok F19, Sungai Baung, Bukit Batu, OKI.

Korban bersama temannya dihadang pelaku yang diketahui berjumlah 2 orang. Selanjutnya kedua korban dibekap dan lehernya diikat dengan karet. Wanita tersebut dan temannya yang tidak tahan akhirnya pingsan.

Teman korban diketahui selamat dari kejadian tersebut tapi belum bisa memberikan keterangan kepada polisi.

"Menurut keterangan dari saksi selamat pelakunya dua orang. Jadi dugaan kami ini pelakunya orang dekat," terang Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Supriadi, Selasa (26/3).

Supriadi mengatakan dugaan pelaku orang dekat ini menguat karena pelaku menggunakan kain sarung untuk menutupi wajah. Selanjutnya para pelaku menghadang korbannya ketika melintasi kebun sawit yang lokasinya tak jauh dari pemukiman warga.

"Mereka sedang naik motor berdua saat dihadang. Motor sudah ditemukan tidak jauh dari lokasi penemuan mayat. Kalau kami yakin pelakunya ini orang dekat lah, makanya dia pakai penutup wajah," kata Supriadi. ***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 31 kali