cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...
cache/resized/b0464be8544b45de19561aca7b0af046.jpg
Bandar Sri Begawan(MedanPunya) Pemerintah Brunei Darussalam tidak hanya memberlakukan hukuman rajam ...
cache/resized/68a55234bdb2786d58de1973a2ca422d.jpg
Washington(MedanPunya) Presiden AS Donald Trump kembali memuji kerja pasukan AS dalam memerangi ...

Medan(MedanPunya) DPD PDIP Sumatera Utara meminta rekomendasi Bawaslu Sumut untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

PDIP menyebut kecurangan di Tapteng terjadi secaraTerstruktur Sistematis dan Masif (TSM) yang melibatkan Aparatur Sipil Negera (ASN) maupun penyelenggara Pemilu.

Menurut PDIP, para ASN diduga melakukan kecurangan untuk memenangkan caleg diduga dari partai NasDem.

Data itu dapatkan PDIP dari masyarakat dan tim PDIP yang turun kelapangan. Ada 20 laporan yang disampaikan ke Bawaslu soal kecurangan di Tapteng.

"Kecurangannya terkait paket memilih caleg Nasdem. Hal itu yang beredar di masyarakat. Tapi kita harus ikut mekanisme, kita laporkan ke Bawaslu," kata Wakil Sekretaris DPD PDIP Perjuangan Sumut Dame Tobing, Senin (29/4).

Informasi yang diperoleh, bentuk kecurangan yang dilakukan ASN dengan membagi bagikan uang kepada masyarakat.

"Masyarakat nggak banyak yang mau melapor, karena banyak intimidasi. Baik dari Kepala Desa dan dari Camat," sebutnya.

Lebih lanjut, dari keterangan saksi, selain makian, bentuk kecurangan yang terjadi di Tapteng sangat terbuka. Misalnya penulisan C1 tanpa membuka surat suara.

"Jadi dia nulis sendiri skornya, mau berapa. Seperti match fixing atau pengaturan skor ini. Kemudian bayangin saja, dalam C1 ada C1 yang tempat caleg itu memilih di dapilnya, termasuk saksi dari partai lain pun memillih di Dapil itu. Tapi dibuat tidak memilih," urainya.

Masih kata Dame, yang lebih miris lagi di Kecamatan Barus, DA1 caleg dari banyak partai lain juga berubah menjadi nol.

"Pada nol semua. Jadi kamu bisa periksa di DA1, khusunya Kecamatan Barus, itu banyak nol semua di Barus," bebernya.

Menurut Dame kecurangan luar biasa yang terjadi di Tapteng sudah seperti pengaturan skors. Hal itu luar biasa, seperti pengaturan skor di DA1, jadi KPPSnya takut, tidak paham aturan. Mereka cuma tahu yang penting target suara sekian.

Tak hanya ASN, dugaan kecurangan juga diduga dilakukan kepada Bupati Tapteng Bachtiar Ahmad Sibarani.

"Ada juga caleg dari PDIP yang melaporkan bupati, namanya Caleg Roder, Bupati dilaporkan ke Bawaslu atas dugaan kecurangan TSM," tuturnya.

Karena itulah menurut Dame, PDIP terus mendorong Bawaslu untuk merekomendasikan pemungutan suara ulang di seluruh TPS Kabupaten Tapteng, karena disinyalir kuat telah terjadi kecurangan TSM.

"Sekali lagi, apa yang kita lakukan bukan semata mata untuk PDIP. Tetapi karena suara rakyat dan hak rakyat yang dirampas disana, kita tidak mau ada ancaman dan intimidasi itu," pungkas Dame.

Sementara itu, Ketua DPW Nasdem Iskandar ST saat dikonfirmasi membantah tuduhan PDIP. Menurutnya jika banyak yang memilih caleg Nasdem, itu bukti masyarakat Tapteng mencintai Nasdem. Terbukti, PSU ulang di 6 TPS, Nasdem tetap unggul.

"Kita nggak curang, kita berjalan dengan profesional saja. Bisa kita buktikan ternyata setelah PSU, Nasdem juga memimpin. Mungkin masyarakat di Tapteng lebih mencintai Nasdem," kata Iskandar.

Namun demikian, Iskandar menghargai para caleg PDIP yang melapor ke Bawaslu untuk PSU.

"Saya rasa jangan pula ada beberapa TPS yang dicurigai, dilakukan PSU seluruhnya se kabupaten. Dari situ kan bisa kita lihat, TPS yang dicurigai hasilnya juga tak jauh berbeda," urainya.

Lebih lanjut, apabila nantinya ada PSU ulang, Nasdem akan tetap unggul. Karena mengacu pada PSU di TPS sebelumnya. Tetapi Iskandar berharap hal itu tidak dilakukan.

"Kalau ada tikus lumbung padi jangan dibakar lumbungnya, kan begitu logika berfikirnya," tutup Iskandar.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 33 kali