cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...
cache/resized/f95acf087ea3c8aaa4510ffa1381d291.jpg
Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan meminta uang kepada ...
cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...

Pematangsiantar(MedanPunya) Masyarakat Kota Pematangsiantar di beberapa daerah mengeluhkan keterasediaan air bersih. Warga mengeluhkan air yang tidak sepenuh waktu mengalir di pipa kamar mandi rumah.

Persoalan ini sering terjadi dan terus berulang setiap hari.

Ada pun daerah yang sering mengalami terputusnya air bersih dari PDAM Tirtauli yakni di Jalan Farel Pasaribu, Jalan Sisingamangaraja, dan Jalan Kain Batik Kota Pematangsiantar.

Bangun Pasaribu warga Jalan Farel Pasaribu Kelurahan Suka Maju Kecamatan Siantar Marihat mengungkapkan hampir setiap pagi air mati di rumahnya.

Ia sudah mengeluhkan hal ini. Katanya, pihak PDAM Tirtauli melakukan perbaikan lalu beberapa bulan kemudian terputus lagi.

"Hampir setiap pagi air mati. Lalu, siang sekitar pukul 11.00WIB baru hidup lagi," katanya, Rabu (15/5).

Kata Bangun Pasaribu, kejadian ini sudah terjadi hampir tiga bulan. Ia yang mewakili warga sekitar mengaku kesulitan saat berangkat kerja atau anak-anak pergi ke sekolah.

Anehnya, saat air kembali mengalir pada pukul 13.00WIB debit air sangat kecil.

"Sudah hampir tiga bulan ini, air PDAM tidak pernah berjalan lancar. keluhan yang kita terima dari warga sekitar saja, mereka sangat kecewa sebab rutinitasnya menjadi terganggu, terutama saat anak-anak mereka hendak ke sekolah," ujarnya.

Apriani warga Setia Negara Jalan Sisingamangaraja Kecamatan Siantar Sitalasari kecewa dengan penanganan petugas PDAM Tirtauli.

Katanya, air hanya hidup sekitar pukul 10.00WIB pagi. Ia merasa petugas tidak menanggapi hal ini.

“Daerah kami Setia Negara, air harus jam 10 pagi baru hidup itu pun kecil. Entah gimana ini PDAM di Siantar ini. Masyarakat sudah mengeluh tapi tidak ditanggapi," ujarnya.

Tak hanya itu, warga lain yang mengaku tinggal di Jalan Vithayudha mengungkapkan air hanya hidup sekitar pukul 23.00WIB hingga pukul 02.00WIB. Ia juga mengatakan daerah tetangga bisa hidup 24 jam dan lancar. Hal ini jiga terjadi di Jalan Kain Batik.

"Jalan kain batik tengah malam baru hidup air, selalu begadang menunggui,"ujarnya.

Menanggapi hal ini Humas PDAM Tirtauli Kota Pematangsiantar Rosliana Sitanggang mengatakan matinya air di daerah tersebut karena faktor debit air yang rendah.

Katanya, umbul yang berada di Nagahuta yang mengaliri daerah tersebut sedang dilanda kekeringan. Mata air juga sedang tidak naik.

Rosliana mengatakan umbul itu tergantung pada faktor alam (cuaca). Saat ini, katanya sedang mengalami musim kemarau.

"Gak naik mata airnya. (Ketergantungan)Karena faktor alam (cuaca). Daerah itu memang tergantung ke situ (umbul nagahuta)," katanya.

Saat disinggung solusi karena masyarakat sudah berbulan-bulan mengalami hal itu, Rosliana menyarankan warga untuk menghubungi call centre untuk mengajukan mobil tangki berisi air bersih.

"Solusinya kita sudah sediakan mobil tangki air bersih. Bisa ditelfon. Kita sudah buat iklan di koran," pungkasnya.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 55 kali