cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...
cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...

Sidikalang(MedanPunya) Kasus penyiksaan adik perempuan oleh abang kandung di daerah Tigabaru, Desa Simartugan, Kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi, yang viral di jejaring sosial Facebook baru-baru ini, berakhir damai.

Petugas Polsek Sumbul memediasi dua bersaudara itu setelah ibunda mereka, yaitu Sondang Nainggolan (53), tiba di Tigabaru pada Kamis (3/10) malam.

Mediasi ini menghasilkan kesepakatan kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan saja.

Sang abang, Edison Hutahaean, akhirnya bisa bernafas lega, karena tak jadi menginap di penjara.

"Saya tidak akan membuat pengaduan/laporan polisi atas perbuatan anak kandung laki-laki saya, Edison Jeremia Hutahaean, yang memukuli dan menyeret adik perempuannya, berinisial RH, karena saya dan anak perempuan saya telah menerima maaf dari Edison Jeremia Hutahaean," kata Sondang sebagaimana dalam pernyataan tertulisnya dibubuhi materai enam ribu.

Kapolsek Sumbul, AKP Rahman Siregar menjelaskan, kesepakatan tersebut dikuatkan dengan penandatanganan surat pernyataan oleh korban dan ibu korban, yang disaksikan polisi dan masyarakat.

"Jadi, kasus ini sudah selesai," kata Rahman, Jumat (4/10).

Edison Hutahaean (26) menyiksa adik kandung perempuannya, RH (18), pada Rabu (2/10) kemarin sekitar pukul 13.00 WIB, di Desa Simartugan, Kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi.

Edison Hutahaean memukuli RH, yang kala itu sedang berada di rumah tetangga, lalu membawa pulang RH dengan cara diseret.

Penyeretan itu direkam oleh warga bernama Putri Hasibuan, lalu dimasukkan ke Facebook. Dalam waktu sebentar, video itu viral.***trb/mpc/bs




  • 0 komentar
  • Baca 92 kali