cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...

Pematangsiantar(MedanPunya) Sekretaris Daerah Nonaktif Kota Pematangsiantar Budi Utari Siregar tidak memenuhi panggilan pemeriksaan tentang dugaan penyalahgunaan jabatan.

Wali Kota Hefriansyah Noor menyindir Budi Utari Siregar.

"Semalam cakapnya lain, ya kan? Tapi semalam di media, dia sangat antusias mau datang. Aku udah prepare, dia enggak datang," ujarnya, Rabu (30/10).

Hefriansyah seperti kurang percaya dengan keterangan Budi yang mengaku sedang sakit.

"Di Bagian Umum suratnya (surat keterangan sedang sakit). Opname, enggak? Sakit apa? Opname dia?"  tanyanya ke awak media.

Saat disinggung tentang dua surat keputusan Walikota yang diterima Budi Siregar secara bersamaan, Hefriansyah menilai itu sudah sesuai dengan surat rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Hefriansyah tidak ingin mengungkapkan detail materi pemeriksaan.

"Tentang itulah (dugaan penyalahgunaan jabatan). Sesuai dengan surat KASN. Di situ (surat KASN) enggak disebutkan harus dikembalikan tanggal berapa. Di situ tenggang waktu 14 hari. Kita lihat nanti (kesalahan dia). Ya pimpinan tertinggilah (tim pemeriksa). Siapa rupanya pimpinam tertinggi di Siantar ini? Didampingi Inspektorat dan BKD-lah aku (saat memeriksa Budi Utari Siregar)," katanya.

Kabag Humas Pemko Siantar Hammam Soleh mengungkapkan surat keterangan tidak sehat Budi Siregar. Soleh mditerbitkan RSU Ridos Medan, Budi harus menjalani perawatan selama dua hari.

"Isi surat menceritakan bahwa Budi berhalangan hadir yang seharusnya diperiksa hari ini. Minta penjadwalan ulang. Surat kita terima tadi pagi. Surat yang dikeluarkan dokter tanggal 29," katanya.

Budi Utari Siregar mendapatkan dua surat keputusan dari Walikota Hefriansyah. Dua surat itu diterima secara bersamaan pada 22 Oktober 2019.

Dua surat keputusan itu yakni tentang pengembalian jabatan Budi Siregar pada 21 Oktober dengan Nomor: 800/582/X/WK-THN 2019.

Anehnya, pada tanggal 22 Oktober, Hefriansyah mengeluarkan surat pembebasan jabatan sementara Budi Siregar sebagai Sekda dengan Nomor: 800/583/X/WK-THN2019.

Walikota Hefriansyah telah melewati berbagai cara untuk mencopot Budi dari jabatan Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar. Hefriansyah sudah meminta pemeriksaan dugaan penyalahgunaan jabatan ke Inspektorat Sumut agar Budi diperiksa.

Inspektorat Sumut pun sudah mengeluarkan surat keputusan bahwa Budi terbukti bersalah.

Lantas, Hefriansyah pun langsung mencopot dan memindahkan Budi Siregar sebagai staf di Satpol PP Siantar pada 24 September 2019.

Budi Siregar pun melaporkan kejadian ini ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). KASN memutuskan menyurati Hefriansyah agar mengembalikan Budi sebagai Sekda karena tidak terbukti bersalah.

Hefriansyah pun mengembalikan Budi, tetapi menonaktifkan lagi untuk menjalani pemeriksaan di tingkat kota.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 29 kali