cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...

Lubukpakam(MedanPunya) Pihak kepolisian berhasil membongkar terduga sindikat kasus pencurian barang kiriman di area kargo Bandara Kualanamu.

Informasi yang dikumpulkan pelakunya tidak lain adalah pekerja kargo dari beberapa perusahaan yang menjadi rekanan Angkasa Pura II Bandara Kualanamu.

Dua diantara empat pelaku yang sudah ditangkap yakni DI (30) pegawai PT Gapura Angkasa dan BA (26) pegawai PT Villa Jaya Abadi.

Kasat Reskrim Polres Deliserdang, AKP Rafles Langgak Putra Marpaung menjelaskan kasus ini dibongkar oleh Polres Bandara Soekarno Hatta (BSH) yang bekerjasama dengan Polres Deliserdang.

Disebut kalau salah satu korban pencurian yang kehilangan satu Koli handphone telah membuat laporan ke Polres BSH.

Meski kejadian pencurian terjadi di area kargo Bandara namun untuk sementara para pelaku dibawa ke sana.

"Setelah dilakukan pengembangan ada empat orang yang terlibat dalam pencurian ternyata. Karena setelah barang dicuri ada yang dijual. Jumlah handphone baru yang hilang kalau tidak salah ada empat, satu koli istilahnya," ujar Rafles, Kamis (31/10).

Ia membantah pemberitaan yang menyebutkan kalau polisi melakukan penculikan sesuai keterangan salah satu keluarga tersangka yang mengadu ke LBH Medan.

Menurutnya ketika pegawai kargo ditangkap pada 24 Oktober lalu ada dibuat berita acara yang dibuat antara pihak Polres BSH dan pihak Angkasa Pura II Bandara Kualanamu.

Hal ini pun sesuai dengan isi berita acara serah terima nomor : BAC. 12.03.01/05/10/2019/1716.

"Jadi enggak benar itu beritanya (diculik). Jadi saat ini orang itu (Polres BSH) sempat pinjam tempat ke kita untuk lakukan pemeriksaan dan keluarganya juga sudah datang. Ada memang anggota yang enggak tau ketika ditanya karena memang yang tangani bukan kita. Tersangkanya dibawa ke Jakarta karena locusnya di sini nanti mungkin bakal dilimpahkan ke sini itu. Katanya kejadian kehilangan sebelumnya juga sudah terjadi enggak tau apakah ada hubungannya sama mereka atau tidak," kata Rafles.

Meski ditangani oleh Polres BSH namun pihaknya juga dalam waktu dekat akan mendatangi area kargo Bandara Kualanamu.

Pihaknya ingin mengetahui bagaimana aksi pencurian bisa dilakukan mengingat pengamanan di bandara juga begitu ketat.

Untuk kasus yang terakhir ini dijelaskan sebenarnya saat pengiriman dari Jakarta ke Medan ada 16 Koli berisi handphone namun ada satu koli yang rusak dan hilang.

"Saya juga mau cek bagaimana sistemnya di sana (standart kerja di kargo). Kemarin yang saya dapat informasi setelah korban sadar ada empat handphone yang hilang korban langsung membuat laporan di Polres Bandara.

Penyelidikan Polres bandara keberadaan handphone itu di sini dan sudah terpakai sama orang Deliserdang. Setelah dilacak ternyata digunakan sama pegawai kargo dan setelah dicek disamakan IMEI nya sama. Dibantu sama Avsec penangkapannya dan kita fasilitasi tempat untuk dilakukan pemeriksaan di Polres," kata Rafles.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 53 kali