cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...

Binjai(MedanPunya) Seorang pria paruh baya bernama Amir Syam (57) ditemukan tewas gantung diri di Halte Km 18 Jalan Soekarno Hatta, Desa Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Selasa (5/11) sekitar pukul 03.30 WIB.

Korban pertama kali ditemukan oleh warga yang melintas, kemudian melapor ke Satpam RS Lasteria, yang tak jauh dari sana. Mereka kemudian melapor ke polisi.

Petugas Polsek Binjai Timur langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit. Olah TKP juga dilakukan.

Polisi mengamankan sejumlah barang milik korban, termasuk sepucuk surat dengan judul "Catatan untuk Polisi".

Humas Polres Binjai, Iptu Siswanto Ginting mengatakan, surat tersebut diduga sengaja ditinggalkan korban sebagai petunjuk untuk polisi.

"Dari judulnya sudah begitu," kata Siswanto, Selasa (5/11).

Surat itu berisi tulisan tangan huruf sambung dengan tinta merah.

Surat itu berisi delapan poin, yang secara garis besar menceritakan riwayat hidup korban, yang bermasalah dengan keluarga atau saudara kandungnya.

Dalam surat itu tertulis, bahwa bunuh diri itu merupakan keinginan kakak kandungnya yang dia sebut "Hajjah Jahanam (Pito)".

Dia bahkan menyertakan alamat lengkap dan kontak kakaknya dalam sepucuk surat yang ditulis menggunakan tinta warna merah tersebut.

Nada kemarahan dan kekecewaan terhadap kakaknya dituangkan dalam surat itu.

Korban menyebut, Pito sering mengakalinya. Dia sempat mengirim uang dari Jakarta kepada kakaknya untuk membeli tanah.

Tapi, pada kenyataannya uangnya itu justru digunakan untuk membayar kuliah anak kakaknya.

Selain masalah tanah, dia juga menyinggung masalah terkait sertifikat dan warisan.

Lagi-lagi, dia menuduh kakak kandungnya berlaku curang, dan berusaha menjegal segala usaha yang dilakukannya.

Adapun berdasarkan identitas korban yang ditemukan di lokasi, Amir beralamat di Jalan Kramat Sawah, Kelurahan Paseban, Kecamatan Senen, Provinsi DKI Jakarta.

"Soal temuan-temuan, termasuk surat itu akan kami dalami," ujar Siswanto.

"Saat ini petugas sudah menghubungi pihak keluarga. Kita tunggu, masih proses," tutup Siswanto.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 51 kali