cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...

Medan(MedanPunya) Petugas gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumut dan Polres Mandailing Natal (Madina) berhasil menemukan dua hektar lahan ganja.

Penemuan ganja tepatnya di Lembah Tor Sihite, Desa Banjar Lancat, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal.

Sebanyak 7.500 batang pohon ganja yang telah siap panen ditemukan di ladang tersebut.

Kabid Pemberantasan BNNP Sumut, Kombes Sempana Sitepu mengatakan, penemuan ladang ganja itu merupakan lanjutan dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh tim BNN Madina.

“Ladang ganja itu ditemukan petugas hari Minggu (3/11) kemarin," kata Sempana, Selasa (5/1).

"Ganja yang ditemukan langsung kita dimusnahkan,” sambungnya.

Sempana merinci di ladang itu ditemukan sekitar 7.500 pohon ganja, dengan ukuran tinggi mulai dari satu hingga tiga meter.

Usia tanaman ganja itu diperkirakan sudah lima bulan atau siap panen.

Adapun penemuan dan pemusnahan ladang ganja itu, juga dibantu BNNK Mandailing Natal, BNNK Tanjung Balai dan BNNK Asahan.

Dari lahan tersebut, petugas membawa beberapa batang pohon ganja untuk dijadikan barang bukti.

"Dengan pelaksanaan kegiatan ini diharapkan peredaran gelap narkotika khususnya ganja dapat diminimalisir khususnya di wilayah Kabupaten Mandailing Natal,” ungkap Sempana.

Dengan operasi semacam ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan bahaya narkotika, khususnya para penanam ganja sadar bahwa usaha tanam ganja merupakan tindakan ilegal.

Diharapkan mereka mau mengalihkan jenis tanamannya ke tanaman holtikultura atau tanaman lain yang lebih bermanfaat dan tak melanggar hukum.

“Sehingga predikat Kabupaten Mandailing Natal sebagai penghasil ganja nomor dua di Indonesia dapat dihilangkan," tutup Sempana.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 23 kali