cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...
cache/resized/e8817f3e820125f5141ada3a1cb021dd.jpg
Teheran(MedanPunya) Seorang anggota parlemen Iran menawarkan uang sebesar US$ 3 juta (Rp 40,3 ...
cache/resized/b08c12473eaedd350872fbba9d495169.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan ada cucu usaha dari PT Garuda Indonesia ...

Kabanjahe(MedanPunya) Putusan dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kabanjahe, mengundang pertanyaan di kalangan publik.

Pasalnya, vonis atau putusan yang diberikan kepada seorang terdakwa penyalahgunaan narkoba, jauh dibawah tuntutan yang dilayangkan oleh Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Karo.

Menurut informasi, Jaksa Penuntut Umum melayangkan tuntutan kepada dua terdakwa tersebut dengan hukuman 12 tahun penjara.

Namun, pada persidangan yang digelar Senin (18/11/2019) kemarin itu, Majelis Hakim yang diketuai oleh Sanjaya Sembiring ini, hanya memvonis keduanya dengan hukuman selama satu tahun empat bulan.

Dengan putusan yang terlihat jauh dari tuntutan jaksa ini, tentunya mengundang pro dan kontra.

Pasalnya, di semua daerah terutama Kabupaten Karo sedang gencar-gencarnya menindak segala pelanggaran terkait narkoba.

Namun, sepertinya putusan ini Majelis Hakim dari PN Kabanjahe terkesan tidak sejalan.

Saat ditanyai mengenai hal ini kepada Jaksa Penuntut Umum Kejari Karo, Aguinaldo, mengaku kecewa atas putusan tersebut.

Dan menurutnya tuntutan yang diberikan, sudah sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku.

"Tentunya kita sangat kecewa dengan putusan Majelis Hakim, karena jauh dari tuntutan kita. Tuntutan kita itu kan sudah sesuai dengan UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Karena sudah terbukti perbuatannya. Sesuai pasal 114 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman  minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun. Tapi hakim menjatuhkan putusan 1 tahun dan 4 bulan," ujar Aguinaldo, Rabu (20/11).

Diketahui, persidangan yang menghadirkan terdakwa Rizal Perangin-angin ini, sebelumnya didakwa oleh Jaksa dengan pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) dan pasal 111 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) dari Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dalam tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Narkotika sebagaimana dalam Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1).

Sementara dalam putusannya, Majelis Hakim yang diketuai Sanjaya Sembiring menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Narkotika sebagaimana dalam Pasal 112 dan 111 UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 3,12 gram dan narkoba jenis ganja seberat 36,24 gram.

Aguinaldo beranggapan, putusan ini jauh dari tuntutan Jaksa, dan dirinya juga masih belum mengetahui apa yang menjadi pertimbangan Majelis Hakim memberi putusan jauh dari tuntutan.

"Ini kan dakwaan kita susun secara kumulatif,  ada tiga pasal yang dikumulatifkan, karena terbukti ada dua jenis narkobanya yakni ganja dan sabu. Kalau Pasal 114 itu ancamannya minimal 5 tahun, Pasal 112 itu ancamannya minimal 4 tahun, dan pasal 111 itu acamannya minimal 4 tahun, Tapi kenapa putusannya jauh dari tuntutan," ucapnya.

Dengan putusan yang dianggap mengecewakan ini, dirinya mengaku pihaknya akan mengambil langkah banding ke Pengadilan Tinggi Medan.

"Ini kan sudah jauh bang, jadi akan kita ajukan banding ke PT, supaya jelas," ungkapnya.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 78 kali