cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Nisel(MedanPunya) Mantan Bupati Nias Selatan, Sumatera Utara, Idealisman Dachi dilempari kotoran babi saat menghadiri acara syukuran atas pemenangan Kepala Desa Hilisatoro Gewa, atas nama Wisnu Duha, Kecamatan Toma, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (25/1) siang.

Idelaisman Dachi kepada Kompas.com yang dihubungi melalui saluran daring mengaku sebenarnya ia tidak berniat hadir.

Namun mengingat Kepala Desa Wisnu Duha langsung yang mengundang, akhirnya Idealisman pun hadir. Pada Sabtu (25/1) pukul 13.00 WIB, Idaelisman tiba di Desa Hilisatarò untuk menghadiri acara syukuran tersebut.

Saat itu, pembawa acara undang dirinya untuk menyumbangkan sebuah lagu.

"Nggak bisa nyanyi pun didesak untuk ke panggung, namun menghargai si tuan rumah, dengan terpaksa akhirnya naik ke panggung," ujarnya.

Saat naik ke panggung untuk mulai bernyanyi, tiba-tiba ada pemuda memakai kacamata hitam mendatangi dan mengancam Idealisman.

Sempat terjadi keributan. Akhirnya tuan rumah datang untuk menetralisir dan akhirnya Idealisman kembali ke tempat semula.

Setelah kembali duduk, kurang lebih 30 menit, ada informasi bahwa mobil Idealisman diblok sehingga kendaraan itu tidak bisa lewat. Ia pun menyampaikan masalah ini kepada tuan rumah.

Lalu Kepala Desa Wisnu Duha langsung melihat keadaan.

Namun melihat situasi semakin tidak kondusif, maka Idealisman memutuskan kembali pulang ke rumah.

Saat menuju mobil di situlah terjadi pelemparan dengan kotoran babi. Namun Idealisman mengaku kotoran babi itu tidak mengenai dirinya.

"Memang ada yang berusaha melemparkan kotoran babi, tapi tidak mengenai saya," katanya.

Sejumlah warga yang hadir, terutama ibu-ibu, langsung mengevakuasi Idealisman ke salah satu rumah warga. Idealisman menduga, aksi itu sudah terencana.

Sebab pada tahun 2010 lalu dirinya pernah dilempari barang serupa di desa tersebut, karena desa itu salah satu basis pendukung pesaingnya pada pilkada.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 125 kali