cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...
cache/resized/e8817f3e820125f5141ada3a1cb021dd.jpg
Teheran(MedanPunya) Seorang anggota parlemen Iran menawarkan uang sebesar US$ 3 juta (Rp 40,3 ...
cache/resized/b08c12473eaedd350872fbba9d495169.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan ada cucu usaha dari PT Garuda Indonesia ...

Medan(MedanPunya) Video yang menunjukkan sekelompok orang menggerebek sebuah tenda yang diduga berisi pendaki sedang berbuat mesum viral di media sosial (medsos). Peristiwa itu disebut terjadi di Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit, Sumatera Utara (Sumut).

Video tersebut beredar di berbagai platform medsos, dari Twitter, Instagram, hingga YouTube. Dalam video tersebut, ada seorang pria dan wanita yang diduga melakukan tindakan mesum di dalam tenda.

Pria dan wanita dalam tenda itu terlihat langsung mengenakan pakaiannya saat tendanya digerebek. Orang-orang yang menggerebek sempat memaki mereka.

"Makanya jangan ****** di sini. Jangan kalian nampak di sini lagi nanti malam ya. Pokoknya tenda semua ditinggal. Kau kalau mau kayak gitu di hotel kau, modal kau sikit," ujar salah satu pria dalam video viral itu.

Sejumlah orang yang menggerebek merekam muda-mudi di dalam tenda tersebut. Tampak pula ada yang berusaha menarik kain yang dipakai wanita dalam tenda untuk menutupi badannya.

Wartawan pun mencoba mengkonfirmasi kebenaran kejadian itu kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut yang menjadi penanggung jawab TWA Sibolangit. BBKSDA Sumut mengatakan tak ada laporan terkait peristiwa itu.

Kepala BBKSDA Sumut Hotmauli Sianturi mengatakan dia juga sudah mengecek hal tersebut ke petugas di TWA Sibolangit. Menurutnya, tak ada kejadian seperti video viral itu di kawasan TWA Sibolangit.

"Saya barusan sudah bicara dengan Kares TWA Sibolangit, sama sekali tidak ada kejadian seperti itu di TWA. Mungkin di tempat lain itu," ucap Hotmauli, Senin (10/2).***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 43 kali