cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...
cache/resized/e8817f3e820125f5141ada3a1cb021dd.jpg
Teheran(MedanPunya) Seorang anggota parlemen Iran menawarkan uang sebesar US$ 3 juta (Rp 40,3 ...
cache/resized/b08c12473eaedd350872fbba9d495169.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan ada cucu usaha dari PT Garuda Indonesia ...

Medan(MedanPunya) Tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan angkutan air bermotor jenis laut, Party Pesta Oktoberto Simbolon, ditangkap. Party Pesta ditangkap setelah buron selama kurang lebih 3 bulan.

"Buronan tersebut bernama Party Pesta Oktoberto Simbolon. Dia seorang PNS dan merupakan Kepala Bidang Keselamatan dan Teknik Sarana Dinas Perhubungan Kabupaten Dairi," ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kasipenkum Kejati Sumut), Sumanggar Siagian, Rabu (12/2).

Party Pesta ditangkap di Jalan Timor, Kota Medan oleh tim gabungan Kejaksaan Negeri (Kejari) Dairi dibantu Kejati Sumut dan aparat kepolisian. Penangkapan itu terjadi pada pukul 07.10 WIB pagi tadi.

"Dia menjadi buronan dalam kasus pengadaan kendaraan angkutan air bermotor jenis laut pada Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Perhubungan Dairi tahun anggaran 2008," ujar Sumanggar.

Sejak ditetapkan sebagai tersangka, Party Pesta disebut tidak pernah memenuhi panggilan penyidik Kejari Dairi. Kasus yang menjerat Party Pesta itu diduga merugikan keuangan negara sekitar Rp 359.090.909.

"Untuk tersangka Party Pesta, saat ini sudah dibawa ke Kejatisu (Kejati Sumut) untuk diproses lebih lanjut. Setelah administrasi tahap II serta penahanan lengkap, nantinya akan dibawa ke Rutan Tanjung Gusta untuk ditahan," ujar Sumanggar.

Dalam kasus ini sebelumnya jaksa sudah memproses 4 orang atas nama Nora Butarbutar, Naik Syahputra Kaloko, Naik Capah, dan Pardamean Silalahi. Keempatnya sudah divonis bersalah tetapi baru 3 nama terakhir yang telah dieksekusi ke lapas. Sedangkan untuk Nora Butarbutar mengajukan upaya hukum banding.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 32 kali