cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...
cache/resized/2b2c034cf620b2a0f357c14287c0a073.jpg
Washington(MedanPunya) Otoritas Amerika Serikat (AS) resmi mendakwa Presiden Venezuela, Nicolas ...
cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...

Kabanjahe(MedanPunya) Lima orang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China pekerja proyek PLTA di Desa Kandibata,  Kabanjahe, Karo, dinyatakan bebas virus corona wuhan atau Covid-19.

Lima orang ini telah menjalani masa observasi selama empat belas hari setelah datang ke karo dari dari berbagai wilayah di China pada akhir Januari lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo Drg Irna Safrina Milaa mengungkapkan pihaknya telah selesai melakukan pemantauan pemantauan secara intensif selama empat belas hari terakhir ini. Dirinya menyebutkan, dari hasil observasi ini pihaknya menyatakan kelima TKA tersebut dalam kondisi sehat.

"Sudah kita lakukan pemeriksaan terakhir kepada kelima tenaga kerja, sampai sekarang mereka masih sehat dan tidak ada gejala-gejala timbulnya pneumonia," ujar Irna, Senin (17/2).

Irna mengungkapkan, setelah selesai melakukan pemeriksaan terakhir pihaknya langsung mengeluarkan surat keterangan penutupan observasi. Dengan sudah dinyatakan sehat, kelima TKA tersebut sudah diperbolehkan berbaur dengan pekerja lainnya.

Dirinya menyebutkan, walaupun saat ini mereka telah dinyatakan sehat, namun pihaknya tetap meminta kepada yang bersangkutan, atau pihak dari perusahaan agar tetap memantau kesehatannya. Ia mengatakan, nantinya jika mereka merasakan gejala gangguan kesehatan, diminta untuk tatap berkoordinasi dengan tim kesehatan.

"Saya juga menekankan, nantinya jika ditemukan gejala-gejala seperti demam atau pneumonia, agar tetap langsung memberikan informasi kepada kita," ucapnya.

Ketika ditanya perihal pemantauan lanjutan, dirinya mengaku belum menerapkan hal tersebut. Namun begitu, Irna mengatakan pihaknya tetap melakukan surveilans atau pemantauan kesehatan melalui Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

"Jadi nanti jatuhnya ke Puskesmas, nantinya kalau ada kejadian luar biasa mereka langsung berkoordinasi dengan kita. Tetapi kita tidak akan rutin, mungkin sampai dua pekan ke depan melalui bidan kita yang ada di Kandibata kita akan tetap kontak apakah mereka nantinya ada gejala-gejala berikutnya," ungkapnya.

Informasi sebelumnya, lima orang pekerja warga kenegaraan China, dikabarkan harus menjalani masa observasi setelah tiba di lokasi kerjanya. Diketahui, kelimanya merupakan pekerja di sebuah proyek yang berada di Desa Kandibata, Kecamatan Kabanjahe.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 74 kali