cache/resized/8d4edbde1ebff7088c248583bb3e1899.jpg
Jakarta(MedanPunya) Niat calon jemaah haji 2020 untuk melaksanakan rukun islam kelima itu tahun ini ...
cache/resized/e9a998cef8693c549e26f2f21d9701fd.jpg
Washington(MedanPunya) Para pemuka agama Kristen di Amerika Serikat mengungkapkan kemarahan mereka ...
cache/resized/1a5b814444b68f4e3bcd007b5f81a218.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan pemerintah memutuskan tidak ...

Binjai(MedanPunya) Oknum guru di salah satu SMP Negeri Kota Binjai berinisial BAP sudah tidak masuk kerja untuk mengajar.

BAP diduga kabur setelah mengetahui dirinya dilaporkan orangtua korban (S) ke Polres Binjai atas dugaan tindak pidana pencabulan anak di bawah umur.

Hal tersebut diketahui dari Kepala Sekolah terkait, CH yang menyampaikan bahwa bawahannya sudah tidak masuk mengajar sebagai guru bimbingan konseling.

Katanya, orangtua korban telah mengetahui aksi mesum pelaku dari murid lain dan merupakan teman korban, MAK  (inisial samaran).

"Saya sudah pernah panggil dia (oknum guru). Awalnya enggak mengakui, namun akhirnya mengakui. Di situlah makin kuat kalau korban disetubuhi di rumah. Semoga segera ditangkaplah. Kelakuannya sangat tidak pantas sebagai guru," katanya.

"Saya tahu dari teman korban cerita. Awalnya kawan korban mengalami sakit, tapi dituduh si dia (terduga pelaku) itu pura-pura. Padahal dia memang sakit, seperti kerasukan sampai dirukyah kawannya korban itu," kata CR di Lapangan MTQ, Jalan Bejomuna, Binjai Timur.

Teman korban MAK sempat menceritakan perilaku cabul oknum guru BAP kepada CH.

Namun, pimpinan sekolah SMP di Kota Binjai ini tetap masih tidak percaya.

"Dia (MAK) awalnya mulai ceritakan semuanya, dan MAK bisa menceritakannya karena semua diketahuinya. Soalnya, korban juga cerita yang dilakukannya bersama guru itu kepada MAK," ujar CH.

Meski sempat tak menggubris cerita MAK, CH belakang mencari tahu kebenaranya.

Kepsek CH pun menanyakan langsung kepada korban PTR.

"Sempat nggak percaya, tapi akhirnya saya tanyai langsung si korban (PTR). Awalnya juga korban tak mengakui. Namun akhirnya mengakui. Karena sudah dapat pengakuan itu saya kemudian melapor ke Buk Kadis," ungkapnya.

Setelah melapor ke Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai, CH kemudian berkoordinasi ke Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan Anak dan Masyarakat.

Dan akhirnya setelah berdiskusi bersama kasusnya disampaikan kepada orang tua korban.

"Orang tua korban ucapkan terima kasih. Dan sudah buat laporan ke Polres Binjai atas dugaan tindak pidana cabul yang dilakukan BAP. Jadi, dia (oknum guru) melakukan itu (berhubungan badan) di rumahnya. Datang ke rumah mereka, korban (PTR) sama temannya (MAK). Makanya MAK tahu semua kejadian," jelasnya.

Orangtua korban yang dikonfirmasi mengaku kasus ini dipercayakan kepada advokat Dinas P3AM.

Saat ini S sebagai pelapor kasus pencabulan menyampaikan bahwa anaknya juga kabur dari rumah.

"Saya takut salah-salah bicara, karena sudah ada pendamping dari advokat Dinas P3AM Bang Arif. Anak saya saat ini kabur dari rumah, sudah dari hari Minggu jam 1 hilang pergi meninggalkan rumah. Berharap yang terbaik untuk anak saya. Kami sudah lapor juga ke Polres Binjai," kata orangtua korban.

Diketahui BAP juga seorang anak polisi yang berdinas di Polres Binjai. BAP merupakan oknum guru honor salah satu sekolah negeri di Kota Binjai.

Korbannya, PTR berusia masih belasan tahun. Korban PTR disebuhi oleh oknum guru sekolahnya sendiri sudah berulangkali, bahkan 10 kali lebih.

Laporan ke Polres Binjai yang dilayangkan orang tua korban berinisial S sesuai Nomor STTLP/122/III/2020/SPKT-B pada 6 Maret 2020.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 112 kali